Perdagangan Satwa Liar di Nepal dan DampaknyaCEFR A1
14 Des 2025
Diadaptasi dari Sonia Awale, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Vickey Goh, Unsplash
- Perdagangan satwa liar adalah bisnis besar di banyak negara.
- Banyak hewan diselundupkan ke negara lain untuk jual.
- Nepal sering menjadi negara asal dan jalur transit.
- Hukum di Nepal melarang perdagangan banyak satwa.
- Orang miskin sering tertangkap sebagai pelaku tingkat bawah.
- Masyarakat adat kadang membawa hewan untuk makanan atau obat.
- Kontak dengan hewan bisa menimbulkan risiko kesehatan manusia.
- Trenggiling adalah mamalia yang sering diperdagangkan.
- Para ahli meminta hukum yang lebih adil dan pendidikan.
- Inisiatif lokal memberi contoh pekerjaan dan pendapatan baru.
Kata-kata sulit
- perdagangan — kegiatan membeli dan menjual barang atau hewan
- melarang — mencegah atau tidak mengizinkan sesuatu terjadi
- masyarakat adat — kelompok orang tradisional dari suatu wilayah
- risiko — kemungkinan terjadinya sesuatu yang berbahaya
- trenggiling — mamalia kecil dengan tubuh bersisik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat hewan liar di alam?
- Apakah kamu setuju hukum melarang perdagangan satwa?
- Apakah pendidikan bisa membantu mengurangi perdagangan satwa?
Artikel terkait
Peneliti Temukan Lebih Banyak Racun di Mekar Alga Danau Erie
Penelitian di Danau Erie menemukan bahwa selain microcystin ada beragam senyawa berpotensi toksik. Sampel bulanan 2016–2022 menunjukkan senyawa baru muncul berbarengan dan dapat saling berinteraksi, sehingga efek kesehatannya belum jelas.
Jamur Tanah Tetap Hidup Setelah Kebakaran di Gurun Mojave
Penelitian baru menunjukkan kehidupan mikroba tanah, termasuk jamur mikoriza, bertahan setelah Kebakaran Dome 2020 di Gurun Mojave. Di permukaan banyak pohon Joshua mati kemudian karena kebakaran, kekeringan, dan aktivitas tikus.
Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang
Ekspedisi Tara Pacific mengumpulkan ribuan sampel terumbu karang dan menemukan banyak bakteri baru yang menghasilkan metabolit bioaktif. Penelitian menunjukkan potensi obat dan produk industri, namun menekankan pentingnya konservasi terumbu karang.