📖+10 XP
🎧+10 XP
✅+15 XP
Banjir dan longsor di Himachal Pradesh setelah hujan ekstremCEFR A1
4 Jan 2026
Diadaptasi dari GV South Asia, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Hrishikesh Sarode, Unsplash
Level A1 – PemulaCEFR A1
2 mnt
71 kata
- Hujan deras menyebabkan banjir besar di daerah pegunungan Himalaya.
- Banjir terjadi berulang kali tahun ini di beberapa wilayah.
- Distrik Mandi adalah salah satu wilayah yang paling terdampak.
- Banyak rumah rusak, dan beberapa desa tersapu oleh air.
- Beberapa keluarga kehilangan anggota keluarga dan barang berharga mereka.
- Pencarian dan penyelamatan dilakukan dengan drone dan anjing pelacak.
- Banyak orang mengalami takut, kecemasan, dan masalah tidur.
- Pemerintah dan tentara memberi bantuan darurat kepada para penyintas.
Kata-kata sulit
- pegunungan — daerah yang berisi banyak gunung
- banjir — air naik menutupi tanah atau jalan
- penyelamatan — tindakan menyelamatkan orang dari bahaya
- drone — pesawat tanpa awak yang dikendalikan jarak jauh
- anjing pelacak — anjing dilatih untuk mencari orang atau barang
- penyintas — orang yang selamat dari bencana atau kecelakaan
- kecemasan — perasaan takut atau khawatir yang kuat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat banjir?
- Apa yang akan kamu lakukan jika terjadi hujan deras di tempatmu?
- Pernahkah kamu melihat anjing pelacak atau drone?
Artikel terkait
24 Des 2025
25 Jul 2025
Penelitian: Hujan Ekstrem dan Suhu Naik di Beberapa Wilayah Tanzania
Penelitian menunjukkan beberapa wilayah Tanzania menghadapi peningkatan hari hujan sangat ekstrem dan kenaikan suhu, yang berdampak pada pertanian, kesehatan, dan kota. Ahli menyerukan kebijakan lebih kuat dan kesiapsiagaan.
26 Jun 2025
20 Nov 2025
29 Sep 2025
Arsitek 'kota spons' Yu Kongjian tewas dalam kecelakaan pesawat di Pantanal
Yu Kongjian, arsitek lanskap China yang memopulerkan konsep kota spons, tewas dalam kecelakaan pesawat di Pantanal, Brasil, pada 23 September 2025. Tiga orang lain juga meninggal dan penyelidikan masih berlangsung.