Peneliti dan organisasi di seluruh Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk menyediakan informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Di Peru, bidan Ana Miluzka Baca Gamarra memimpin pembuatan TeleNanu, sebuah chatbot berbahasa Quechua untuk remaja dan pemuda. TeleNanu memakai AI generatif dan model konseling lima langkah untuk membangun kepercayaan dan memeriksa pemahaman pengguna.
Organisasi nirlaba APROPO meluncurkan NOA, platform generatif yang tersedia di WhatsApp, web, dan media sosial. APROPO mengatakan NOA dilatih dengan data lokal dan internasional yang akurat. Platform TeleNanu dan NOA menerima banyak pertanyaan, termasuk lebih dari 88,000 dalam setahun terakhir dalam bahasa Quechua dan Spanyol.
Peneliti juga mengingatkan risiko: model yang bias dapat menghapus keberadaan orang transgender dan mengulang diskriminasi. Kelompok seperti CIECTI menemukan respons yang menstigmatisasi dan kesalahan klinis, lalu mengembangkan alat untuk menilai dan mengurangi bahaya itu.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru kemampuan berpikir manusia
- chatbot — program komputer yang menjawab pesan pengguna
- generatif — mampu membuat teks atau jawaban baru
- nirlaba — organisasi bukan untuk mencari keuntungan
- diskriminasi — perlakuan tidak adil terhadap kelompok orang
- pemahaman — proses mengerti informasi atau pesan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa keuntungan membuat chatbot berbahasa lokal untuk informasi kesehatan seksual bagi remaja di daerah Anda?
- Bagaimana menurut Anda organisasi bisa mengurangi risiko diskriminasi dari model AI seperti yang disebutkan di artikel?
- Jika Anda bekerja di organisasi nirlaba, langkah apa yang akan Anda ambil untuk memastikan data yang dipakai oleh platform AI akurat dan aman?
Artikel terkait
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.