Para peneliti di The Rockefeller University mempelajari cara reseptor sel T (TCR) memulai pensinyalan yang penting untuk imunoterapi sel T. Penelitian dipimpin dari Laboratory of Molecular Electron Microscopy oleh Thomas Walz dengan penulis pertama Ryan Notti dan dipublikasikan di Nature Communications.
Mereka menggunakan cryo-EM dan mengembalikan kompleks multi-protein ke lingkungan yang meniru membran asli sel. Untuk itu mereka memakai nanodiscs dan campuran lipid yang dipilih agar menyerupai membran sel T. Dengan pendekatan ini, tim menemukan TCR dalam keadaan tertutup dan kompak saat istirahat.
Ketika reseptor bertemu molekul penyaji antigen, ia membuka dan memanjang. Temuan ini penting karena dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa pasien tidak mendapat manfaat dari terapi saat ini dan memberi dasar untuk menyempurnakan atau memperluas imunoterapi sel T.
Kata-kata sulit
- reseptor — molekul di sel yang menerima sinyalreseptor sel T (TCR)
- pensinyalan — proses pengiriman informasi antar molekul dalam sel
- imunoterapi — perawatan medis yang memakai sistem kekebalan tubuhimunoterapi sel T
- kompleks — beberapa protein yang terikat bersama dalam strukturkompleks multi-protein
- membran — lapisan tipis yang membatasi bagian luar selmembran asli sel, membran sel T
- lipid — molekul lemak yang membentuk bagian membran selcampuran lipid
- antigen — molekul yang dikenali sistem kekebalan sebagai asing
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda pengetahuan tentang perubahan bentuk TCR bisa membantu pengembangan terapi?
- Apakah meniru membran asli sel (misalnya dengan nanodiscs dan lipid) penting untuk penelitian ini? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda hasil penelitian seperti ini dapat mempengaruhi pasien di masa depan?
Artikel terkait
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Tempat Tinggal dan Risiko Kanker Paru
Penelitian baru yang dipublikasikan di BMC Public Health menunjukkan bahwa tempat tinggal dapat mempengaruhi risiko kanker paru-paru selain faktor individu seperti merokok. Ringkasan studi tidak memaparkan semua metode atau rekomendasi kebijakan.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.