- Malnutrisi di banyak negara terjadi karena kurangnya protein.
- Proyek ini dilakukan di komunitas Mayana, di Kavango East.
- Peneliti mengajarkan petani cara membuat biofertiliser secara lokal.
- Petani diberi latihan menanam legum yang kaya protein.
- Pelatihan juga mengajarkan membuat tepung millet mutiara diperkaya protein.
- Para petani belajar waktu tanam dan perencanaan sederhana.
- Beberapa petani melaporkan panen dan pendapatan yang meningkat.
- Proyek ini didanai oleh Science Granting Councils Initiative.
- Banyak keluarga sekarang punya cukup makanan.
- Proyek membantu mengurangi malnutrisi dan menciptakan pekerjaan.
Kata-kata sulit
- malnutrisi — kondisi tubuh karena kurang gizi
- biofertiliser — pupuk organik dibuat dari bahan hidup
- legum — tanaman biji yang kaya protein
- millet mutiara — sejenis biji kecil untuk makanan
- perencanaan — rencana kerja atau langkah yang dibuat
- pendapatan — uang yang didapat dari hasil kerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka makan legum?
- Pernahkah kamu menanam atau memanen tanaman di kebun?
- Apakah menurutmu pelatihan pertanian itu penting?
Artikel terkait
Larangan Ekspor India Dorong Minat pada Padi Hibrida
Larangan ekspor beras India membuat banyak importir mencari swasembada dan memperluas produksi, termasuk ke Afrika. Para ahli menyarankan padi hibrida dan investasi riset, sementara China dan Filipina mengumumkan langkah terkait benih dan program dukungan.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Bagaimana Reseptor Sel T Memicu Imunoterapi Kanker
Peneliti di The Rockefeller University menggunakan cryo-EM dan lingkungan membran tiruan untuk melihat reseptor sel T. Mereka menemukan reseptor tertutup saat istirahat dan membuka saat bertemu antigen, temuan yang dapat membantu menyempurnakan imunoterapi sel T.