- Ilmuwan membuat perban baru untuk merawat luka.
- Perban ini melepaskan antibiotik hanya saat bakteri berbahaya hadir.
- Jika bakteri tidak berbahaya, obat tetap tertahan di perban.
- Material itu mempercepat penyembuhan kulit yang terluka.
- Para peneliti menguji material ini di laboratorium.
- Di uji coba, perban bekerja hanya pada bakteri tertentu.
- Satu kali aplikasi pada tikus berhasil mengatasi infeksi luka.
- Perban menahan obat sampai ada tanda infeksi.
- Teknologi ini dapat mengurangi pemakaian antibiotik yang berlebihan.
Kata-kata sulit
- ilmuwan — orang yang bekerja meneliti ilmu
- perban — kain atau bahan untuk menutup luka
- antibiotik — obat yang melawan infeksi bakteri di tubuh
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat sebabkan penyakit
- infeksi — masuknya kuman yang menyebabkan penyakit di tubuh
- laboratorium — ruang atau tempat untuk melakukan percobaan ilmiah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu memakai perban?
- Apa yang kamu lakukan saat kamu punya luka kecil?
- Pernahkah kamu minum antibiotik untuk infeksi?
Artikel terkait
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.
Terapi gen dan tantangan penyakit sel sabit di Afrika
Penyakit sel sabit menyebabkan banyak kematian pada anak-anak di Sub-Sahara Afrika. Uganda mulai skrining bayi baru lahir secara gratis, namun terapi gen baru yang menjanjikan masih sangat mahal dan sulit diakses di banyak negara Afrika.
Perubahan UU dan tunjangan tertunda ganggu perawatan HIV di Bihar
Amandemen undang‑undang transgender dan keterlambatan tunjangan menghambat akses perempuan transgender ke perawatan HIV di Bihar. Aktivis dan pejabat melaporkan keterlambatan pembayaran, masalah dokumen, stigma klinik, dan risiko kesehatan jika pengobatan terputus.