Sebuah studi yang dipublikasikan di The Journals of Gerontology, Series A menunjukkan bahwa penuaan epigenetik pada monosit — sel darah putih penting dalam respons imun dan infeksi HIV — terkait dengan gejala depresi non-somatik. Dengan kata lain, tes yang mengukur penuaan pada monosit memprediksi keluhan suasana hati dan gangguan kognitif, tetapi tidak memprediksi gejala fisik atau somatik seperti kelelahan.
Peneliti membandingkan dua jam epigenetik: satu yang berlaku untuk banyak jenis sel dan jaringan, dan satu yang khusus untuk monosit. Hanya jam yang fokus pada monosit yang berkaitan dengan gejala non-somatik, terutama anhedonia (kehilangan kemampuan merasakan kesenangan), perasaan putus asa, dan perasaan gagal. Depresi dinilai melalui Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D), kuesioner 20 item yang mencakup gejala somatik dan non-somatik.
Analisis menggunakan data dari 440 wanita dalam Women’s Interagency HIV Study, yaitu 261 wanita dengan HIV dan 179 wanita tanpa HIV. Penulis Nicole Beaulieu Perez (New York University) menyoroti bahwa depresi bervariasi antarindividu dan gejala suasana hati dapat disalahtafsirkan sebagai penyakit kronis pada orang dengan HIV. Perez dan tim menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut sebelum penuaan epigenetik dipakai untuk panduan pengukuran atau pengobatan.
Studi ini didukung oleh National Institute of Mental Health dan National Institute on Minority Health and Health Disparities. Penulis tambahan berasal dari Yale University, Johns Hopkins University, Albert Einstein College of Medicine, University of Miami Miller School of Medicine, Stroger Hospital of Cook County Health System, University of Alabama at Birmingham, UNC Chapel Hill, Downstate Health Sciences University, Georgetown University, Emory University, dan NYU. Sumber: New York University.
- Gejala terkait: anhedonia, putus asa, perasaan gagal.
- Jam monosit: indikator sensitif untuk gejala non-somatik.
- Jam multi-sel tidak menunjukkan hubungan.
Kata-kata sulit
- epigenetik — Perubahan kimia pada gen yang memengaruhi ekspresi gen
- monosit — Sel darah putih yang penting untuk respons imun
- jam epigenetik — Pengukur biologis usia sel berdasarkan tanda kimiawi sel
- non-somatik — Gejala psikologis yang bukan keluhan fisik
- anhedonia — Kehilangan kemampuan merasakan kesenangan atau minat
- kognitif — Berkaitan dengan berpikir, ingatan, dan proses mental
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa pembuat kebijakan atau dokter perlu membedakan gejala non-somatik dan somatik pada pasien dengan HIV?
- Apa manfaat dan risiko jika jam monosit digunakan untuk membantu diagnosis atau perawatan depresi? Berikan alasan singkat.
- Jenis penelitian atau data apa yang menurut Anda diperlukan selanjutnya untuk memastikan kegunaan penuaan epigenetik dalam klinik?
Artikel terkait
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.
Suara dan pemandangan alam kurangi stres di kota
Sebuah studi menunjukkan pemandangan dan suara alam memberi manfaat kesehatan mental dibanding lingkungan perkotaan bising. Partisipan duduk dengan headphone di jalur alam atau area kota dan mendengar kicauan burung atau suara lalu lintas.
Laporan PBB: Pemasaran Susu Bubuk Merugikan Anak
Laporan terkait PBB memperingatkan bahwa pemasaran luas susu bubuk bayi mengurangi penyusuan dan merugikan kesehatan anak. WHO dan UNICEF menyebut menyusui dapat mencegah banyak kematian anak dan beberapa kematian akibat kanker payudara ibu setiap tahun.