- Peneliti mengembangkan cara baru untuk menyusun DNA fag di laboratorium.
- Metode itu memungkinkan pembuatan genom fag yang sepenuhnya sintetis baru.
- Mereka dapat menambah atau menghapus gen individual dengan mudah.
- Penemuan ini penting karena resistensi antibiotik semakin meningkat.
- Beberapa genom fag sulit dibuat karena memiliki banyak huruf G dan C.
- Tim meniru DNA berdasarkan dua fag alami yang menyerang bakteri.
- Para peneliti menyusun setiap genom dalam beberapa bagian kecil.
- Genom sintetis dapat mempercepat pencarian fag yang cocok untuk pasien.
Kata-kata sulit
- mengembangkan — membuat atau memperbaiki sesuatu menjadi baru
- menyusun — mengatur bagian-bagian menjadi satu urutan
- sintetis — dibuat di laboratorium, bukan dari alam
- genom — informasi genetik lengkap suatu organisme atau virus
- resistensi — ketidakmampuan obat untuk membunuh bakteri
- antibiotik — obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu ke laboratorium?
- Pernahkah kamu belajar tentang DNA?
- Apakah kamu pernah minum antibiotik?
Artikel terkait
Semprotan Hidung Baru Bantu Balikkan Penuaan Otak pada Model Praklinis
Peneliti di Texas A&M melaporkan semprotan hidung yang mengirim vesikel kecil berisi mikroRNA ke otak. Pada model praklinis, dua dosis mengurangi peradangan, memperbaiki mitokondria neuron, dan meningkatkan memori selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Perban Pintar Lepaskan Antibiotik Hanya saat Bakteri Berbahaya
Peneliti mengembangkan perban berbahan hidrogel yang melepaskan antibiotik hanya ketika enzim dari bakteri berbahaya hadir. Uji laboratorium dan percobaan pada tikus menunjukkan perban selektif dan efektif, menurut studi yang dipublikasikan di Science Advances.
Imunisasi RSV Sepanjang Tahun Kurangi Risiko Wabah Musiman
Sebuah studi menemukan bahwa akses imunisasi RSV sepanjang tahun dapat mengurangi kemungkinan wabah musiman besar di AS. Peneliti membandingkan pola di kota dan desa dan merekomendasikan vaksinasi kapan saja untuk wanita hamil dan anak kecil.