- Ada robot kecil yang membantu luka sumsum tulang belakang.
- Robot membawa sel hidup yang bisa jadi sel saraf.
- Sel ini membantu tumbuhkan serat saraf baru di luka.
- Robot dipandu dengan magnet dari luar tubuh.
- Cara ini tidak butuh elektroda yang ditanam di tubuh.
- Metode dites pada ikan kecil dan pada tikus.
- Dalam beberapa hari ikan mulai berenang seperti biasa.
- Pada tikus, saraf menyambung kembali dan gerak membaik.
- Robot larut di jaringan setelah sel berubah jadi saraf.
Kata-kata sulit
- sumsum tulang belakang — bagian tubuh yang berisi saraf tulang belakang
- sel — unit kecil penyusun semua jaringan hidupsel hidup, sel ini
- saraf — jaringan yang membawa pesan di tubuhsel saraf, serat saraf
- magnet — benda yang dapat menarik logam dengan gaya
- elektroda — alat kecil yang bisa mengirim listrik ke tubuh
- larut — menghilang atau hancur di dalam cairan atau jaringan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau mencoba perawatan dengan robot kecil?
- Pernahkah kamu melihat robot sebelumnya?
- Apakah kamu lebih suka perawatan tanpa elektroda yang ditanam?
Artikel terkait
Obat TB yang Dihirup Bisa Sederhanakan Pengobatan
Peneliti mengembangkan pengobatan tuberkulosis yang dapat dihirup menggunakan nanopartikel berisi rifampin. Terapi ini menarget paru-paru, diuji pada tikus, dan menunjukkan kesiapan obat lebih lama di paru sehingga mungkin mengurangi frekuensi pemberian dan efek samping.
Penelitian Brown: Target mTOR untuk Obat Kanker Lebih Spesifik
Penelitian dari Brown University menemukan cara memahami dua kompleks protein mTOR. Hasilnya menunjukkan kemungkinan memblokir hanya mTORC2 untuk menghentikan sinyal pertumbuhan kanker tanpa memicu jalur kelangsungan hidup.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.