Para peneliti membuat microrobot bernama NPCbot yang menyatukan sel punca progenitor saraf dengan nanopartikel magnetoelektrik. Nanopartikel ini merespons medan magnet dan menghasilkan sinyal listrik untuk menstimulasi sel tanpa memakai elektroda yang ditanam.
NPCbot disuntikkan ke lokasi cedera pada model ikan dan tikus lalu medan magnet diterapkan dari luar. Hewan menunjukkan perbaikan fungsi bergerak dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Peneliti mengatakan masih diperlukan studi lebih lanjut sebelum uji klinis pada manusia.
Kata-kata sulit
- microrobot — robot sangat kecil untuk tugas medis
- sel punca — sel yang bisa berkembang jadi sel lain
- nanopartikel — partikel sangat kecil di ukuran nanometer
- magnetoelektrik — mempunyai sifat magnet dan listrik saling berhubungan
- medan magnet — area di mana gaya magnet bekerja
- uji klinis — penelitian pada manusia untuk menguji obat atau alat
- perbaikan — proses menjadi lebih baik atau pulih
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju penggunaan hewan untuk penelitian seperti ini? Mengapa?
- Hal apa yang menurut Anda penting dilakukan sebelum uji klinis pada manusia?
- Bagaimana pendapat Anda tentang menstimulasi sel tanpa memakai elektroda yang ditanam?
Artikel terkait
Obat TB yang Dihirup Bisa Sederhanakan Pengobatan
Peneliti mengembangkan pengobatan tuberkulosis yang dapat dihirup menggunakan nanopartikel berisi rifampin. Terapi ini menarget paru-paru, diuji pada tikus, dan menunjukkan kesiapan obat lebih lama di paru sehingga mungkin mengurangi frekuensi pemberian dan efek samping.
Penelitian Brown: Target mTOR untuk Obat Kanker Lebih Spesifik
Penelitian dari Brown University menemukan cara memahami dua kompleks protein mTOR. Hasilnya menunjukkan kemungkinan memblokir hanya mTORC2 untuk menghentikan sinyal pertumbuhan kanker tanpa memicu jalur kelangsungan hidup.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.