- Hidrosefalus adalah kondisi otak serius yang memengaruhi banyak
- Orang sering menyebutnya "air di otak" karena cairan berlebih
- Dulu dokter pikir masalahnya penyerapan cairan oleh otak
- Studi baru menemukan bahwa penyebabnya berbeda dari pandangan lama
- Para peneliti bicara soal energi pulsasi dari detak jantung
- Mereka menyebut sistem windkessel sebagai bagian penting proses
- Para peneliti memakai model komputer untuk studi baru
- Perawatan sekarang biasanya operasi dan pemasangan shunt
- Shunt sering gagal dan pasien menjalani operasi ulang
Kata-kata sulit
- hidrosefalus — penyakit otak dengan cairan berlebih di kepala
- penyerapan — proses cairan berpindah ke dalam jaringan
- pulsasi — gerakan berulang dari detak jantung atau denyut
- windkessel — sistem pembantu aliran darah saat jantung berdetak
- shunt — tabung medis untuk mengalirkan cairan dari otak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mendengar tentang hidrosefalus?
- Bagaimana perasaanmu tentang operasi sebagai perawatan?
- Pernahkah kamu melihat penjelasan medis di komputer atau internet?
Artikel terkait
Sistem Pengenalan Semut Lebih Fleksibel dari Dugaan
Penelitian dari Rockefeller University menemukan bahwa semut perampok klonal dapat mengubah bau tubuhnya setelah lama berada di koloni asing, sehingga diterima sebagai anggota. Namun ada batas alami dan toleransi itu mudah hilang tanpa kontak terus-menerus.
Imunisasi RSV Sepanjang Tahun Kurangi Risiko Wabah Musiman
Sebuah studi menemukan bahwa akses imunisasi RSV sepanjang tahun dapat mengurangi kemungkinan wabah musiman besar di AS. Peneliti membandingkan pola di kota dan desa dan merekomendasikan vaksinasi kapan saja untuk wanita hamil dan anak kecil.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.