Peneliti mengembangkan cara baru untuk menyusun DNA bakteriofag sehingga genom dapat dibuat secara sintetis dan diubah dengan presisi. Langkah ini penting karena kebutuhan alternatif antibiotik meningkat akibat resistensi bakteri. Hasil penelitian dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Kolaborasi dipimpin oleh Graham Hatfull dari University of Pittsburgh bersama Greg Lohman dari New England Biolabs dan Ansa Biotech. Ching-Chung Ko tercantum sebagai penulis pertama. Mereka mensintesis DNA yang identik dengan dua fag alami yang menyerang Mycobacterium dan merancang proses untuk mengatasi hambatan sintesis DNA ber-GC tinggi.
Tim mensintesis BPs (40,000 pasangan basa), yang sudah digunakan secara klinis untuk bakteri pada pasien fibrosis kistik, dan Bxb1 (50,000 pasangan basa). Para peneliti membangun setiap genom dalam 12 bagian, lalu memasukkan potongan-potongan itu ke dalam sel yang mengikuti instruksi genom baru dan menghasilkan fag. Genom sintetis dapat mempercepat pencarian fag yang cocok dan mengurangi kebutuhan menyimpan banyak sampel fisik.
Kata-kata sulit
- bakteriofag — virus yang menginfeksi dan membunuh bakteri
- genom — keseluruhan materi genetik suatu organisme
- sintetis — dibuat oleh manusia, bukan alami
- mensintesis — membuat sesuatu secara kimiawi atau buatan
- pasangan basa — dua unit nukleotida yang berpasangan dalam DNA
- resistensi — kemampuan organisme untuk tidak terpengaruh obat
- mengatasi — menyelesaikan atau mengurangi masalah atau hambatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu membuat genom sintetis lebih baik daripada menyimpan banyak sampel fisik? Jelaskan alasanmu.
- Bagaimana resistensi bakteri mempengaruhi kebutuhan obat baru di lingkunganmu atau rumah sakit?
- Apa kekhawatiran atau manfaat yang kamu lihat jika fag digunakan sebagai alternatif antibiotik?