Peneliti menguji vaksin GNOS-PV01 pada pasien glioblastoma dalam uji klinis fase 1. Vaksin ini dikembangkan oleh Geneos Therapeutics bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan universitas.
Vaksin memakai DNA yang direkayasa untuk mengajari sistem imun mengenali neoantigen, yaitu protein unik dari tumor pasien. Platform vaksin dapat mengaktifkan respons terhadap sampai 40 protein kanker spesifik tumor pasien. Tim menggunakan algoritme untuk memilih neoantigen dan berusaha mengubah tumor dari "dingin" menjadi "panas" sehingga sistem imun dapat menyerang.
Sembilan pasien dewasa ikut uji ini. Vaksin dibuat selama masa pemulihan dan radiasi, lalu suntikan dimulai beberapa minggu setelah operasi. Semua kecuali satu peserta menunjukkan peningkatan aktivitas sel imun.
Kata-kata sulit
- uji klinis — penelitian pada manusia untuk tes pengobatan
- merekayasa — membuat atau mengubah sesuatu secara buatandirekayasa
- neoantigen — protein baru dari sel atau tumor pasien
- algoritme — aturan atau langkah untuk menyelesaikan masalah
- radiasi — energi yang dipancarkan seperti sinar
- sistem imun — bagian tubuh yang melawan penyakit dan infeksi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau ikut uji klinis jika kamu sakit serius? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah kamu setuju vaksin dibuat khusus untuk setiap pasien? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perasaanmu tentang perawatan yang melibatkan radiasi?
Artikel terkait
Kebakaran Los Angeles Januari 2025 dan Lonjakan Kunjungan Kesehatan Virtual
Penelitian menunjukkan kebakaran hutan di Los Angeles pada Januari 2025 menurunkan kualitas udara dan meningkatkan kunjungan kesehatan virtual, terutama untuk masalah pernapasan dan kardiovaskular. Data berasal dari 3,7 juta anggota Kaiser Permanente.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.