Peneliti di Busitema University mengembangkan serat dari batang pisang yang biasanya dibuang petani, dengan tujuan mengganti sebagian kapas dan beberapa bahan sintetis. Proyek Banatex-EA dipimpin oleh Edwin Kamalha, kepala Departemen Polymer, Textile and Industrial Engineering. Tim mendapat dukungan dana dari Uganda National Council for Science and Technology dan dari UK Foreign, Commonwealth and Development Office melalui program SMEP, termasuk UGX175 million dan A3600,364.
Tantangan teknis utama adalah serat pisang yang kaku dan kasar. Para peneliti merancang proses pengolahan untuk melunakkan serat sehingga dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Untuk membawa produk ke pasar, proyek bekerja sama dengan produsen tekstil TEXFAD untuk komersialisasi dan dengan Uganda National Bureau of Standards untuk merumuskan standar mutu.
National Agricultural Research Laboratories menguji varietas lokal dan menemukan varietas Musa atau Kayinja paling cocok: serat Kayinja lebih kuat, lebih mengkilap, dan memberikan lebih banyak bahan saat ekstraksi, sehingga sesuai untuk tekstil dan sambungan rambut. Namun ada hambatan non-teknis: RUU bioteknologi belum disahkan sehingga opsi pemuliaan genetika terbatas, dan tidak adanya kode sistem harmonisasi (HS) yang jelas menyulitkan masuk pasar internasional. Penerimaan konsumen beragam—sebagian masih memilih rambut manusia karena daya tahannya—dan biaya produksi tinggi tetap menjadi penghalang. Mitra juga meneliti pasar bersama Moi University di Kenya; TEXFAD telah melatih pemuda dalam pengolahan, sementara seorang konsultan bioteknologi menekankan bahwa perlu ada permintaan pasar yang kuat untuk memperluas produksi. Pembaruan pada 29 July 2025 memperbaiki kesalahan dalam penamaan pemberi dana.
- Lokasi: Busitema University, Uganda
- Kolaborator: TEXFAD, UNBS, National Agricultural Research Laboratories
- Varietas unggul: Musa (Kayinja)
Kata-kata sulit
- serat — serat panjang dari tumbuhan yang dapat dipintalserat pisang, serat Kayinja
- komersialisasi — membawa produk ke pasar untuk dijual
- ekstraksi — proses mengambil bahan dari sumbernya
- bioteknologi — penggunaan organisme untuk tujuan ilmiah atau industri
- sistem harmonisasi — kode internasional untuk klasifikasi barang dagangan
- varietas — versi atau jenis tanaman dengan sifat tertentuvarietas Musa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa keuntungan dan kelemahan mengubah batang pisang menjadi serat tekstil menurut teks? Jelaskan dengan contoh dari artikel.
- Bagaimana masalah kode sistem harmonisasi dan belum disahkannya RUU bioteknologi dapat mempengaruhi kemampuan produk masuk pasar internasional?
- Langkah apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap kain atau sambungan rambut dari serat pisang?
Artikel terkait
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.
Karibia 2025: Politik, Budaya, dan Lingkungan
Tahun 2025 membawa tantangan politik dan lingkungan bagi Karibia, tetapi juga prestasi kebudayaan dan olahraga. Peristiwa penting meliputi pelantikan presiden Venezuela, kebijakan deportasi AS, rekor musik, badai, dan kelolosan tim ke Piala Dunia.
Investasi Pusat Data di Amerika Latin dan Isu Lingkungan
Laporan menunjukkan investasi pusat data di Amerika Latin meningkat, dengan banyak pertemuan antara perusahaan teknologi dan pejabat. Proyek besar di Brazil menarik perhatian karena kebutuhan energi, dampak lingkungan, dan protes masyarakat.
Studi: Banyak Gletser Akan Hilang pada Abad Ini
Sebuah studi internasional melaporkan kapan dan berapa banyak gletser yang mungkin hilang hingga 2100. Wilayah seperti Alpen dan pegunungan dekat ekuator menghadapi risiko terbesar, dan skenario pemanasan menentukan jumlah gletser yang tersisa.