Kazakhstan dan China setuju bangun pembangkit nuklirCEFR A1
12 Des 2025
Diadaptasi dari Brian Hioe, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Vilmantas Bekesius, Unsplash
- Kazakhstan setuju membangun dua pembangkit nuklir baru.
- Proyek ini dilakukan dengan kerja sama luar negeri.
- Tujuannya untuk mengatasi kekurangan listrik negara.
- Proyek juga bertujuan mengurangi penggunaan batu bara.
- Banyak kota mengalami polusi udara serius.
- Polusi memengaruhi kesehatan pernapasan dan jantung.
- Sejarah uji nuklir membuat masyarakat khawatir.
- Pemerintah mengadakan referendum tentang proyek itu tahun lalu.
- Sebagian besar pemilih menyatakan dukungan dalam referendum.
- Pembangunan akan berdampak pada energi dan lingkungan jangka panjang.
Kata-kata sulit
- pembangkit nuklir — Bangunan atau mesin yang menghasilkan listrik dari reaksi atom
- kerja sama — Dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk tujuan
- kekurangan — Jumlah sesuatu yang tidak cukup untuk kebutuhan
- batu bara — Bahan bakar padat hitam untuk membuat listrik
- polusi udara — Kotoran di udara yang membuat pernapasan susah
- referendum — Suara rakyat langsung untuk memutuskan soal penting
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah di kotamu ada polusi udara?
- Apakah kamu setuju dengan pembangunan pembangkit nuklir?
- Pernahkah kamu ikut memilih (misalnya pemilu atau referendum)?
Artikel terkait
Komposit Serbuk Kayu Berperekat Struvite Tahan Api dan Dapat Didaur Ulang
Para peneliti mengubah serbuk kayu menjadi komposit yang memakai mineral struvite sebagai perekat. Material ini lebih tahan api, dapat didaur ulang, dan cocok untuk penggunaan interior, tetapi perlu peningkatan skala dan penurunan biaya.
Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Ekonomi Global
Penutupan Selat Hormuz menaikkan harga minyak dan bensin serta mengganggu pasokan bahan bakar, plastik, aluminium, dan pupuk. Gangguan ini menyebar lewat produksi, transportasi, dan logistik, dengan dampak yang muncul beberapa bulan kemudian.
Filipina: energi terbarukan dan penandaan (red-tagging)
Pemerintah Filipina mencabut batas kepemilikan asing untuk menarik investasi energi terbarukan. Pada waktu yang sama, praktik penandaan (red-tagging) terhadap aktivis dan organisasi mempersempit akses bantuan dan menimbulkan dakwaan terhadap beberapa LSM.