Di Monrovia banyak dokter tidak bisa memeriksa apakah anak mengalami keracunan timbal karena rumah sakit tidak punya fasilitas tes darah dan EPA belum memiliki peralatan. Tanpa pemeriksaan darah, skala paparan timbal pada anak-anak tidak diketahui.
EPA, dengan dukungan Lead Exposure Elimination Project (LEEP), menemukan bahwa beberapa cat impor dan lokal mengandung timbal berbahaya. Konsultasi dimulai sejak 2019 dan kelompok teknis dibentuk pada 2021. Pada Januari 2025 EPA dan National Public Health Institute of Liberia menandatangani Peraturan Cat Timbal yang selaras dengan standar ECOWAS.
Peraturan itu belum dipublikasikan resmi sehingga belum memiliki kekuatan hukum. EPA mengatakan telah mengamankan sebagian dana dan mulai membeli peralatan pengujian, dan memperkirakan pengujian di negara akan tersedia dalam dua kuartal.
Kata-kata sulit
- memeriksa — melihat atau menguji kondisi seseorang atau sesuatu
- keracunan — kondisi tubuh sakit karena bahan beracun
- timbal — logam berat yang berbahaya bagi kesehatan
- fasilitas — tempat atau alat untuk melakukan layanan
- peraturan — aturan tertulis yang mengatur tindakan
- pengujian — proses untuk menguji sesuatu biasanya menggunakan alat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda penting rumah sakit punya fasilitas tes darah? Mengapa?
- Langkah apa yang sudah dilakukan menurut teks untuk mengatasi masalah timbal?
- Siapa yang sebaiknya diperiksa dulu jika pengujian timbal sudah tersedia? Jelaskan satu kalimat.
Artikel terkait
Perawatan hewan di klinik membuat remaja tunawisma lebih menerima perawatan kesehatan
Studi di One Health Clinic, Seattle, menemukan remaja dan anak muda tunawisma lebih mungkin menerima perawatan medis jika klinik juga menawarkan layanan kedokteran hewan untuk hewan peliharaan mereka. Penelitian menelaah kunjungan klinik antara 2019 dan 2022.
Media sosial dorong penjualan daging satwa liar di Afrika Barat
Sebuah studi di jurnal One Health memperingatkan media sosial dapat meningkatkan perdagangan daging satwa liar di Afrika Barat. Peneliti menemukan iklan di Facebook, pengalihan ke WhatsApp, dan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.