Di Busitema University, peneliti mengolah batang pisang menjadi serat yang bisa dipintal menjadi kain, sambungan rambut, dan pembalut wanita. Proyek ini menunjukkan bahwa bagian tanaman yang biasanya menjadi limbah bisa dipakai kembali.
Serat alami pisang kaku dan kasar, jadi tim mengembangkan cara untuk melunakkannya agar bisa dipintal. Mereka bekerja dengan produsen tekstil dan badan standar untuk menguji mutu dan mengomersialkan produk.
Hasil uji awal menunjukkan varietas Kayinja cocok untuk serat, tetapi proyek masih menghadapi masalah hukum, pengkodean produk untuk pasar internasional, dan biaya produksi yang tinggi.
Kata-kata sulit
- mengolah — mengubah bahan mentah menjadi produk
- serat — bagian tipis panjang dari tanaman
- memintal — membuat benang dari seratdipintal
- limbah — sisa bahan yang tidak dipakai
- melunakkan — membuat sesuatu jadi lebih lembutmelunakkannya
- mengomersialkan — menjual produk ke pasar luas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurutmu, apa keuntungan memakai limbah tanaman sebagai bahan?
- Apakah kamu mau memakai kain dari serat pisang? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Kebijakan Lingkungan dan Ketidaksetaraan Roma di Bulgaria
Elana Resnick, seorang antropolog, menulis bahwa kebijakan lingkungan di Eropa kadang memperdalam ketidaksetaraan rasial. Ia meneliti komunitas Roma di Bulgaria dan menemukan hubungan antara pekerjaan sampah dan stigma sosial.
Vivien Sansour dan Perpustakaan Benih Palestina
Vivien Sansour mendirikan Perpustakaan Benih Warisan Palestina untuk menyelamatkan benih, tanaman, dan kisah pangan. Proyek itu berbasis di Battir dan menuntut perlindungan budaya serta pengetahuan pertanian di tengah penghancuran lahan.