LingVo.club
📖+30 XP
🎧+20 XP
+35 XP
Warga Maluku Utara Protes Tambang Nikel dan Walsin — Level B1 — People in traditional attire take pictures.

Warga Maluku Utara Protes Tambang Nikel dan WalsinCEFR B1

26 Okt 2025

Level B1 – Menengah
2 mnt
115 kata

Aktivis dari Maluku Utara menentang perluasan tambang dan pengolahan nikel karena khawatir tentang kerusakan lingkungan dan pengaruh pada komunitas lokal. Walsin mengelola perusahaan di Morowali Industrial Park (IMIP) dan Weda Bay Industrial Park (IWIP) serta memproduksi nikel pig iron dengan kapasitas 300,000 tons setiap tahun.

Setelah protes di Taiwan, perwakilan Indonesia bertemu manajemen Walsin, tapi organisasi masyarakat sipil mengatakan tidak ada jawaban substantif. Walsin menyatakan kepatuhan pada peraturan lokal namun tidak menjawab soal tanggung jawab kecelakaan kerja atau data pencemaran.

Pekerja melaporkan kondisi kerja sulit: produksi menghasilkan udara beracun dan debu batubara, masker yang diberikan biasa, dan ruang istirahat tanpa ventilasi memadai. Koalisi lokal meminta perlindungan ekosistem karst dan pencabutan izin tambang di sekitar sungai.

Kata-kata sulit

  • koalisiKelompok yang bekerja sama untuk tujuan bersama.
  • memperjuangkanBerusaha keras untuk mendapatkan sesuatu.
  • hakKekuatan atau wewenang yang dimiliki seseorang.
  • pertambanganProses mengambil mineral dari tanah.
  • sumberAsal atau tempat sesuatu berasal.
  • merusakMenghancurkan atau membuat sesuatu tidak baik.
  • masyarakatSekelompok orang yang hidup bersama.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa hak masyarakat penting dalam konteks pertambangan?
  • Apa dampak negatif dari pertambangan terhadap lingkungan?
  • Bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam keputusan tentang sumber daya alam?

Artikel terkait

Terusan Funan Techo di Kamboja — Level B1
13 Nov 2025

Terusan Funan Techo di Kamboja

Upacara peletakan batu pertama Terusan Funan Techo berlangsung pada 5 Agustus 2024 di Desa Prek Takeo. Proyek kanal 180 kilometer ini diklaim menghubungkan Phnom Penh ke Teluk Thailand, tetapi menimbulkan kekhawatiran lingkungan dan geopolitik.