Dua ahli mengatakan dunia masih perlu tindakan lebih kuat untuk mengakhiri kelaparan dan mengubah sistem pangan. KTT 2021 menginspirasi banyak rencana nasional dan komitmen dari masyarakat sipil.
Namun konflik baru, cuaca ekstrem, dan ketidakpastian geopolitik menekan kemajuan. Malnutrisi, kemiskinan, dan ketimpangan tetap tinggi. Kemajuan sejak 2021 akan dibahas bulan ini di Ethiopia.
Organisasi seperti CGIAR membantu lewat penelitian dan pengembangan varietas tanaman dan ternak. Ilmuwan mengembangkan makanan biofortifikasi seperti ubi jalar, padi, jagung, gandum dan singkong. Para penulis merekomendasikan investasi, pembagian pengetahuan, dan pembiayaan inovatif untuk mempercepat aksi.
Kata-kata sulit
- kelaparan — kondisi tidak mendapat cukup makanan untuk hidup
- sistem pangan — cara produksi, distribusi, dan konsumsi makanan
- malnutrisi — kondisi tubuh karena makanan tidak seimbang
- ketimpangan — perbedaan besar antara kelompok orang
- biofortifikasi — memperbaiki kandungan gizi tanaman makanan
- investasi — pengeluaran uang untuk proyek atau kegiatan
- penelitian — kegiatan untuk mencari dan mempelajari informasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Tindakan apa yang direkomendasikan penulis untuk mempercepat aksi?
- Mengapa kemajuan sejak 2021 menekan menurut teks?
- Apakah penelitian tanaman dan pengembangan varietas penting menurut Anda? Mengapa?
Artikel terkait
Penelitian: Hujan Ekstrem dan Suhu Naik di Beberapa Wilayah Tanzania
Penelitian menunjukkan beberapa wilayah Tanzania menghadapi peningkatan hari hujan sangat ekstrem dan kenaikan suhu, yang berdampak pada pertanian, kesehatan, dan kota. Ahli menyerukan kebijakan lebih kuat dan kesiapsiagaan.
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.