Tantangan Energi Global Selatan dan Peran TiongkokCEFR A1
10 Des 2025
Diadaptasi dari Qian Sun, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Ahmed Raza, Unsplash
Level A1 – PemulaCEFR A1
2 mnt
82 kata
- Banyak negara di Selatan sekarang menghadapi masalah energi besar.
- Orang membutuhkan listrik yang selalu ada di rumah dan kota.
- Mereka juga ingin listrik yang harganya terjangkau setiap bulan.
- Negara ingin mengurangi polusi dari pembakaran bahan bakar fosil.
- Industri Tiongkok membuat panel surya, turbin angin, dan baterai.
- Peralatan murah membuat penggunaan tenaga surya menjadi lebih mungkin.
- Tetapi biaya awal masih menghalangi banyak negara untuk beralih.
- Banjir dan cuaca ekstrem merusak jaringan listrik dan rumah.
- Negara perlu rencana, dukungan, dan manufaktur lokal yang kuat.
Kata-kata sulit
- energi — daya yang dipakai untuk listrik dan mesin
- terjangkau — murah atau bisa dibeli setiap bulan
- polusi — kotoran di udara atau lingkungan dari kegiatan manusia
- bahan bakar fosil — bahan dari bumi yang dipakai sebagai bahan bakar
- panel surya — alat yang mengubah sinar matahari jadi listrik
- baterai — alat kecil untuk menyimpan listrik sementara
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah listrik di rumahmu selalu ada?
- Pernahkah kamu melihat panel surya di atap?
- Pernahkah rumahmu kena banjir?
Artikel terkait
24 Des 2025
Kerugian Hasil Tanaman di Afrika Karena Iklim, Hama, dan Penyakit
Para peneliti GBCL mengatakan guncangan iklim, banjir, hama, dan penyakit menurunkan hasil panen di banyak wilayah Afrika. Studi mencatat contoh di Kenya dan Nigeria serta menyarankan langkah seperti irigasi dan penyimpanan air.
10 Jun 2025
24 Nov 2025
25 Jul 2025
Penelitian: Hujan Ekstrem dan Suhu Naik di Beberapa Wilayah Tanzania
Penelitian menunjukkan beberapa wilayah Tanzania menghadapi peningkatan hari hujan sangat ekstrem dan kenaikan suhu, yang berdampak pada pertanian, kesehatan, dan kota. Ahli menyerukan kebijakan lebih kuat dan kesiapsiagaan.
2 Des 2024