LingVo.club
📖+20 XP
🎧+15 XP
+25 XP
Perubahan Peran Ayah Saat Lockdown Tidak Bertahan (Level A2) — a man and two children walking down a street

Perubahan Peran Ayah Saat Lockdown Tidak BertahanCEFR A2

11 Mei 2026

Diadaptasi dari Tracy DeStazio - Notre Dame, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Carl Kho, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
86 kata

Peneliti menggunakan data longitudinal selama 15 tahun untuk melihat peran ayah sebelum dan setelah COVID. Studi difokuskan pada sebuah daerah metropolitan besar di Filipina yang mengalami salah satu periode lockdown terlama dan paling ketat.

Hasilnya menunjukkan bahwa untuk kebanyakan ayah, keterlibatan setelah pandemi mirip dengan sebelum pandemi. Namun ayah yang beralih dari bekerja menjadi pengangguran atau underemployed menunjukkan peningkatan waktu membantu pendidikan anak, dan perubahan ini bertahan setelah pandemi. Peneliti menyarankan kebijakan seperti cuti ayah bergaji dan fleksibilitas kerja agar perubahan keterlibatan bisa lebih tahan lama.

Kata-kata sulit

  • keterlibatanperan aktif atau partisipasi seseorang dalam kegiatan
  • penganggurankeadaan tidak memiliki pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan
  • underemployedmemiliki pekerjaan tapi jam kerja atau gaji kurang
  • fokusmemusatkan perhatian atau usaha pada sesuatu
    difokuskan
  • fleksibilitaskemampuan menyesuaikan waktu dan cara kerja
  • cutiwaktu resmi berhenti bekerja sementara untuk istirahat

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa menurut Anda cuti ayah bergaji bisa membuat keterlibatan ayah lebih tahan lama?
  • Apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah membantu pendidikan anak di rumah? Ceritakan pengalaman singkatnya.
  • Bagaimana fleksibilitas kerja dapat membantu ayah menjadi lebih terlibat di rumah?

Artikel terkait

Studi: Autoantibodi Serang Otak pada Long COVID (Level A2)
31 Mei 2026

Studi: Autoantibodi Serang Otak pada Long COVID

Penelitian yang dipimpin oleh Akiko Iwasaki dan dipublikasikan di jurnal CELL menemukan bahwa beberapa pasien long COVID memiliki autoantibodi yang menyerang jaringan otak dan saraf. Transfer antibodi ini ke tikus menyebabkan gejala serupa dan menuntut penelitian lebih lanjut.