Di desa Helan, seorang pengunjung diundang oleh keluarga Lee YJ untuk ikut membuat tsodibi (초디비), tahu air gaya Yanbian. Hidangan ini dibuat saat kerabat berkumpul, bukan untuk perayaan tertentu. Biasanya perempuan dalam keluarga yang membuatnya dan pekerjaan itu menunjukkan kebersamaan.
Prosesnya panjang: kedelai direndam semalaman lalu digiling dua kali, pertama kasar dan kedua lebih krim. Setelah digiling, pasta disaring dua tahap dengan kantong kain yang ditekan. Pekerjaan ini berat secara fisik sehingga anggota keluarga bekerja bersama.
Pemanasan dilakukan di dapur tradisional dengan panci besar di atas tungku yang juga menghangatkan lantai. Bittern ditambahkan sebagai koagulan sehingga cairan membentuk gumpalan, lalu gumpalan ditekan menjadi blok tahu. Tahu disajikan dengan saus ringan dari kecap, bawang, bawang putih, dan cabai.
Kata-kata sulit
- rendam — masukkan bahan ke dalam cairan untuk waktu tertentudirendam
- giling — menghancurkan bahan menjadi butiran atau pastadigiling
- saring — memisahkan bagian padat dari cairan dengan alatdisaring
- tekan — memberi tekanan untuk mengeluarkan cairan atau udaraditekan
- koagulan — zat yang membuat cairan menjadi padat atau menggumpal
- tungku — alat atau tempat untuk memasak dengan api
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda ikut membuat tahu atau makanan serupa? Ceritakan singkat.
- Menurut Anda, mengapa pekerjaan membuat tsodibi dilakukan bersama keluarga?
- Apakah rumah Anda memiliki dapur tradisional seperti yang disebutkan? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.