Pada 28 Desember 2025, seorang pengunjung datang ke desa Helan di Yanbian untuk menemui keluarga Lee YJ, sebuah kunjungan yang kisahnya sempat dibagikan di Global Voices pada Mei. Keluarga mengundang pengunjung itu untuk ikut membuat tsodibi (초디비), tahu air khas Yanbian yang dalam bahasa Korea standar disebut sundubu (순두부). Hidangan ini bukan untuk musim atau perayaan tertentu, melainkan dibuat ketika kerabat berkumpul sebagai tanda kebersamaan dan kerja sama keluarga.
Menurut Choi MJ, tradisi pembuatan biasanya dilakukan oleh perempuan dalam keluarga besar dan banyak yang usianya lebih dari tujuh puluh tahun. Proses pembuatan memakan waktu lebih dari sehari: kedelai direndam semalaman lalu digiling dua kali (pertama kasar, kedua menghasilkan tekstur krim). Air panas ditambahkan agar pasta mudah disaring. Penyaringan dilakukan dua tahap dengan kantong kain yang ditekan, pekerjaan yang berat sehingga pengunjung dan anggota keluarga saling membantu.
Pemanasan berlangsung di dapur tradisional dengan panci besar di atas tungku yang juga berfungsi sebagai pemanas lantai. Lee YN, adik termuda, mengatakan mereka jarang memakai dapur modern. Saudara laki-lakinya, CS, menyalakan tungku sementara para perempuan menyiapkan lauk di lempengan besi, terutama menggoreng kimchi yang dibuat dari berbagai tanaman liar. Sebelum panci mendidih, sari kedelai diangkat, busa dikerok, dan bittern, sebuah koagulan, ditambahkan; saat diaduk cairan membentuk gumpalan putih dan permukaan membentuk kulit tahu. Gumpalan disendokkan ke kotak berlapis kain lalu ditekan menjadi blok padat.
Choi MJ mencatat bahwa tahu air Yanbian disajikan dengan bumbu ringan karena rasanya sudah kaya dan agak mirip kacang. Ia juga menambahkan bahwa peralatan modern tidak memberikan hasil yang sama. Keluarga menyimpan tahu untuk dimakan kemudian, dan ritual pembuatan itu memperkuat ikatan antar kerabat serta mempertahankan tradisi bersama.
Kata-kata sulit
- koagulan — zat yang membuat cairan menggumpal
- penyaringan — proses memisahkan cairan dari padatan
- tungku — tempat api untuk memasak atau menghangatkan
- gumpalan — bagian padat kecil yang terbentuk dalam cairan
- ritual — serangkaian kegiatan berulang penuh makna sosial
- mempertahankan — menjaga supaya sesuatu tetap ada atau berlangsung
- kebersamaan — suasana saling dekat dan tolong-menolong
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa kegiatan pembuatan tsodibi dianggap memperkuat ikatan antar kerabat menurut teks? Berikan alasan dari bagian artikel.
- Apa keuntungan dan kekurangan menggunakan peralatan tradisional dibanding peralatan modern dalam proses ini, berdasarkan informasi di teks?
- Bagaimana menurut Anda tradisi pembuatan makanan keluarga seperti ini bisa dipertahankan di lingkungan perkotaan? Berikan contoh langkah praktis.
Artikel terkait
Ageisme dalam keluarga menurut penelitian NYU
Peneliti NYU mempelajari ageisme di keluarga dan menggambarkan bagaimana stereotip dan tradisi memengaruhi perlakuan terhadap lansia. Makalah itu menyoroti dampak negatif dan memberi rekomendasi praktis; temuan juga dibagikan di Futurity.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.