Penelitian dari Center for Health and Aging Innovation (CHAI) di Silver School of Social Work NYU menggambarkan bagaimana ageisme muncul dalam keluarga. Makalah terbaru ditulis oleh Stacey Gordon dengan Ernest Gonzales dan diterbitkan di Journal of Gerontological Social Work. Temuan itu juga dibagikan di Futurity.
Studi menjelaskan akar usiaisme: norma, tradisi, stereotip negatif, dan kesalahpahaman. Para penulis mencantumkan stereotip umum tentang lansia seperti bergantung, kesepian, tuli, atau kurang minat. Mereka menulis bahwa sikap ini mengurangi otonomi dan harga diri, lalu memberi saran praktis agar keluarga mundur, refleksi, dan dukung anggota lansia.
Kata-kata sulit
- usiaisme — Sikap negatif terhadap orang karena usia mereka
- stereotip — Gambaran umum dan sederhana tentang kelompok orang
- otonomi — Kemampuan membuat keputusan sendiri dalam hidup
- harga diri — Perasaan nilai dan percaya diri seseorang
- lansia — Orang yang sudah tua, biasanya lanjut usia
- refleksi — Proses berpikir kembali tentang tindakan atau sikap
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda melihat stereotip tentang lansia dalam keluarga Anda? Jelaskan singkat.
- Bagaimana menurut Anda keluarga bisa memberi dukungan yang baik kepada anggota lansia?
Artikel terkait
Jeda Singkat di Media Sosial untuk Kurangi Misinformasi
Peneliti dari University of Copenhagen meneliti cara sederhana untuk memperlambat penyebaran misinformasi di media sosial. Mereka menemukan bahwa menambah jeda kecil dan elemen pembelajaran dapat mengurangi pembagian impulsif dan meningkatkan kualitas unggahan yang dibagikan.
Steven Tang Menggambar Makanan Lokal di Hong Kong
Seniman 26 tahun Steven Tang menggambar hidangan lokal dengan pensil warna dan mempostingnya di Instagram sejak 2018. Halamannya punya lebih dari 45,000 pengikut; ia tampil di Art Central 2023 dan merencanakan pameran solo tahun depan.
Program Bantuan yang Selaras Budaya Bantu Perempuan Keluar dari Kemiskinan
Studi University of Michigan yang dipublikasikan di PNAS menemukan bahwa faktor budaya dan psikologis penting dalam program anti-kemiskinan. Intervensi yang sesuai nilai lokal meningkatkan kemajuan ekonomi perempuan di pedesaan Niger selama satu tahun.