Musim liburan sering dilihat sebagai waktu perayaan, tetapi bagi banyak orang periode ini menimbulkan stres signifikan. Faktor seperti harapan keluarga, perselisihan mengenai politik, dan biaya ekstra biasanya muncul bersamaan, sehingga tekanan menjadi lebih besar ketika orang diharapkan untuk bersantai dan menikmati diri.
Jason Moser, psikolog klinis dan profesor psikologi di Michigan State University, serta direktur Clinical Psychophysiology Lab di College of Social Science dan associate dean of research, menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut bisa saling berinteraksi dan meningkatkan tekanan pada individu.
Ia menyarankan langkah praktis: jeda singkat untuk refleksi agar seseorang menyadari penyebab stres dan memilih respons yang tepat. Selain itu, Moser menganjurkan menghentikan alat pengelolaan stres yang tidak efektif dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih sederhana dan realistis.
Tulisan berjudul "Tricks to help you manage holiday stress" muncul di Futurity.
Kata-kata sulit
- perselisihan — perbedaan pendapat atau pertengkaran antara orang
- refleksi — pikir ulang atau pemikiran tentang perasaan sendiri
- pengelolaan — proses atau cara menjaga sesuatu berjalan
- efektif — memberi hasil yang diharapkan atau berguna
- pendekatan — cara untuk menghadapi masalah atau situasi
- realistis — sesuai dengan kenyataan dan tidak berlebihan
- tekanan — perasaan atau kondisi yang membuat sulit tenang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurutmu, kenapa orang bisa merasa lebih stres ketika mereka seharusnya bersantai?
- Pernahkah kamu mencoba jeda singkat untuk refleksi saat merasa stres? Ceritakan apa yang terjadi.
- Strategi sederhana dan realistis apa yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi stres selama liburan?
Artikel terkait
Mindfulness membantu pasangan menghadapi masa sulit
Penelitian University of Georgia pada lebih dari 400 pasangan yang menerima bantuan pemerintah menemukan bahwa tingkat mindfulness lebih tinggi berkaitan dengan keyakinan hubungan yang lebih kuat dan kualitas pengasuhan bersama yang lebih baik.
Latihan Psikologis Positif dan Kesehatan Jantung
Sebuah studi yang dipublikasikan di Cardiology Clinics menunjukkan latihan psikologis positif—seperti rasa syukur, mindfulness, dan optimisme—dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat paling konsisten muncul saat intervensi dilakukan setiap hari selama 8–12 minggu.