Musim liburan sering diasosiasikan dengan kegembiraan dan perayaan, namun bagi banyak orang masa ini dapat menimbulkan stres yang cukup berat. Harapan keluarga, perselisihan soal politik, dan pengeluaran tambahan untuk perayaan biasanya hadir bersamaan. Tekanan gabungan dari faktor-faktor tersebut membuat liburan jadi periode yang sangat menuntut bagi sebagian orang, terutama saat ekspektasi sosial menuntut relaksasi dan kesenangan.
Jason Moser, psikolog klinis dan profesor psikologi di Michigan State University, yang juga menjabat sebagai direktur Clinical Psychophysiology Lab di College of Social Science dan associate dean of research, menjelaskan bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi dan meningkatkan ketegangan. Menurutnya, memahami sumber stres penting untuk merespons dengan tepat.
Moser menyarankan dua langkah praktis. Pertama, ambil jeda singkat untuk refleksi: beberapa menit merenung membantu menyadari apa yang memicu stres dan mempertimbangkan pilihan tindakan, sehingga dapat mencegah eskalasi. Kedua, hentikan alat manajemen stres yang tidak efektif; hilangkan atau ubah strategi yang gagal dan gantikan dengan pendekatan yang lebih sederhana serta lebih realistis untuk menghadapi tekanan sosial dan finansial selama perayaan.
- Jeda singkat untuk mengenali pemicu stres.
- Hentikan strategi yang tidak berhasil.
- Ganti dengan cara yang lebih sederhana dan realistis.
Tulisan berjudul "Tricks to help you manage holiday stress" muncul di Futurity.
Kata-kata sulit
- kegembiraan — perasaan senang dan antusias pada acara
- perselisihan — perbedaan pendapat yang menimbulkan konflik
- pengeluaran — uang yang dibelanjakan untuk kebutuhan
- tekanan — rasa tertekan atau tuntutan yang berat
- ekspektasi — harapan atau anggapan tentang hasil nanti
- refleksi — pikir sejenak untuk menilai keadaan diri
- pemicu — sesuatu yang menyebabkan reaksi atau masalah
- manajemen — cara mengatur atau mengendalikan masalah
- realistis — sesuai kenyataan dan tidak berlebihan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, langkah refleksi singkat seperti yang disarankan Moser, bagaimana bisa diterapkan dalam pertemuan keluarga yang tegang? Berikan contoh singkat.
- Strategi manajemen stres mana yang menurut Anda terlalu rumit atau tidak realistis selama liburan? Jelaskan mengapa.
- Bagaimana pengeluaran tambahan selama perayaan memengaruhi stres seseorang, dan langkah praktis apa yang bisa membantu menguranginya?
Artikel terkait
Program Bantuan yang Selaras Budaya Bantu Perempuan Keluar dari Kemiskinan
Studi University of Michigan yang dipublikasikan di PNAS menemukan bahwa faktor budaya dan psikologis penting dalam program anti-kemiskinan. Intervensi yang sesuai nilai lokal meningkatkan kemajuan ekonomi perempuan di pedesaan Niger selama satu tahun.
Mengapa Orang Menyukai Film Liburan yang Menghibur
Para peneliti dari Virginia Tech menjelaskan mengapa banyak penonton menonton film liburan yang hangat dan dapat ditebak. Film seperti produksi Hallmark dan judul di layanan streaming memberi pelarian, suasana liburan, dan akhir bahagia.
Pohon Natal Nyata: Produksi, Harga, dan Perawatan
Setelah Thanksgiving, banyak keluarga AS memasang dekorasi dan membeli pohon Natal nyata. Industri menghadapi tarif tinggi dan tantangan produksi, sehingga harga bisa berubah; pendidik extension Bill Lindberg memberi informasi dan tips perawatan.
Membeli untuk Berbagi Lebih Menimbulkan Kecemasan
Sebuah studi menemukan bahwa membeli barang untuk dibagikan membuat orang lebih cemas dibandingkan membeli untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Penelitian itu juga memberi saran sederhana untuk mengurangi kecemasan, seperti menanyakan preferensi orang lain.