Penelitian oleh Asisten Profesor Luana Nanu dan rekan dari USF School of Hospitality and Sport Management, yang dipublikasikan di Journal of Hospitality and Tourism Insights, menelaah respons wisatawan lanjut usia terhadap penggunaan kode QR di sektor perhotelan setelah pandemi. Pendekatan awal melibatkan wawancara semi-terstruktur kira-kira 15 menit dengan partisipan berusia 60 sampai 82 tahun yang ditanya tentang kemudahan penggunaan, reaksi emosional, dan perbaikan yang diinginkan.
Partisipan menggambarkan pengalaman yang beragam: banyak melaporkan kesulitan memindai akibat silau, penempatan kode yang kurang tepat, atau ukuran huruf yang kecil. Kesulitan semacam itu meningkatkan beban kognitif dan sering berakhir pada frustrasi atau kemarahan. Sebaliknya, ketika kode QR dirancang dengan baik dan antarmuka berjalan lancar, peserta melaporkan kepuasan yang lebih tinggi dan kecenderungan untuk kembali ke bisnis tersebut.
Pada tahap berikutnya, tim melakukan survei daring terhadap ratusan responden usia 60 ke atas. Responden diminta menilai sebuah kode QR dalam skenario perhotelan menggunakan ukuran standar untuk kemudahan penggunaan, respons emosional, kepuasan, dan loyalitas. Nanu menyatakan bahwa kode QR yang mudah digunakan mengurangi beban kognitif dan frustrasi, sehingga berperan penting dalam mendorong kepuasan dan loyalitas. Ia juga menekankan bahwa materi cetak sebaiknya tidak dihilangkan sepenuhnya karena banyak orang masih menghargai pengalaman taktil; bisnis yang mengabaikan usia dan disabilitas berisiko kehilangan pelanggan setia.
Kata-kata sulit
- menelaah — memeriksa atau menganalisis sesuatu secara teliti
- wawancara semi-terstruktur — wawancara dengan panduan pertanyaan tetapi fleksibel
- beban kognitif — tekanan mental yang muncul saat memproses informasi
- antarmuka — tampilan atau sistem yang digunakan pengguna berinteraksi
- loyalitas — kesetiaan pelanggan terhadap suatu bisnis atau merek
- pengalaman taktil — kesan yang diperoleh dari menyentuh atau meraba
- silau — cahaya kuat yang menyulitkan melihat dengan jelas
- disabilitas — kondisi fisik atau mental yang membatasi fungsi sehari-hari
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda hotel bisa menyeimbangkan penggunaan kode QR dan materi cetak untuk tamu lanjut usia?
- Langkah praktis apa yang bisa dilakukan bisnis agar kode QR lebih mudah digunakan oleh orang berusia lanjut?
- Mengapa penting mempertimbangkan disabilitas saat merancang layanan digital di sektor perhotelan?
Artikel terkait
Bagaimana orang dengan gangguan penglihatan menilai kedatangan mobil
Studi baru menguji bagaimana orang dengan degenerasi makula terkait usia (AMD) menilai waktu kedatangan kendaraan menggunakan realitas virtual dan suara mobil. Hasilnya: peserta AMD sangat mirip dengan orang berpenglihatan normal dan tidak hanya mengandalkan suara.
20 Menit Olahraga Dua Kali Seminggu Bisa Memperlambat Demensia
Studi Texas A&M menemukan 20 menit olahraga dua kali seminggu mungkin memperlambat perkembangan demensia pada orang dewasa yang lebih tua. Analisis memakai data Health and Retirement Study Core 2012–2020 dengan 9.714 peserta.
AI untuk memperbaiki data penyebab kematian
Para peneliti meluncurkan proyek CODA, alat AI tiga tahun yang didanai Gates Foundation untuk memperbaiki data penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah. Alat ini dipakai di komunitas dan fasilitas, dan memberi tingkat keyakinan pada rekomendasi.
Pelanggan Kasar Memicu Stres dan Ganggu Tidur Pekerja
Sebuah studi menemukan pekerja layanan yang menghadapi pelanggan tidak sopan sering menyembunyikan emosi lalu melakukan balasan diam. Perilaku itu memicu pemikiran berulang dan gangguan tidur, sehingga berdampak pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan Buatan untuk Kesehatan Seksual di Amerika Latin
Kelompok riset dan organisasi di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Proyek di Peru dan Argentina menjangkau remaja, komunitas adat, dan orang transgender, serta menyorot risiko bias.