- Kode QR sekarang sering dipakai di banyak tempat umum.
- Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang dewasa lebih tua.
- Beberapa orang tua kesulitan memindai kode karena silau terkadang.
- Penempatan kode dan huruf kecil juga menjadi masalah utama.
- Kesulitan itu sering menimbulkan frustrasi dan kemarahan pada pengunjung.
- Namun desain kode yang baik membuat interaksi lebih lancar.
- Pengalaman positif meningkatkan kepuasan dan keinginan untuk kembali lagi.
- Peneliti menyarankan bisnis sediakan materi cetak untuk semua pelanggan.
Kata-kata sulit
- kode QR — gambar kotak yang dipindai oleh ponsel
- peneliti — orang yang mencari informasi atau data
- wawancara — pertanyaan dan jawaban antara dua orang
- silau — cahaya kuat yang menyakitkan mata
- penempatan — letak atau posisi sesuatu di tempat
- frustrasi — perasaan marah atau kecewa karena sulit
- kepuasan — perasaan senang karena kebutuhan atau harapan terpenuhi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menggunakan kode QR di tempat umum?
- Apakah kamu ingin ada materi cetak jika tidak bisa memindai?
- Di mana biasanya kamu memakai kode QR?
Artikel terkait
AI dan risiko bagi komunitas LGBTQ+
Kecerdasan buatan semakin hadir, tetapi data dan desain model dapat menghasilkan bias terhadap orang LGBTQ+. Advokat meminta perlindungan lebih kuat, kerja sama dengan pengembang, dan larangan pada sistem yang mendeteksi atau mengklasifikasi gender.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.
Tes darah dengan piRNA prediksi kelangsungan hidup lansia
Penelitian menemukan bahwa molekul kecil bernama piRNA dalam darah dapat memprediksi kemungkinan bertahan hidup dua tahun pada orang berusia lanjut. Temuan ini berasal dari analisis sampel darah dan dipublikasikan di jurnal Aging Cell.
Tangan bionik dengan kecerdasan buatan untuk genggaman alami
Peneliti University of Utah memasang sensor dan kecerdasan buatan pada prostesis sehingga tangan bionik berperilaku lebih mirip tangan asli. Hasilnya genggaman lebih aman, presisi bertambah, dan banyak tugas sehari-hari bisa dilakukan tanpa latihan lama.