Karya Melissa Koby untuk US Open 2025CEFR A1
20 Agu 2025
Diadaptasi dari Candice Stewart, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Barnabas Lartey-Odoi Tetteh, Unsplash
- US Open 2025 akan terbuka di New York.
- Seniman Melissa Koby dipilih membuat citra resmi.
- Dia adalah seniman kulit hitam pertama untuk acara ini.
- Karyanya menghormati seorang pemain tenis pionir.
- Karya memakai lapisan kertas dan figur tanpa wajah.
- Ada simbol seperti patung dan stadion dalam gambar.
- Koby memakai proses digital lalu memotong kertas manual.
- Karyanya akan muncul di poster dan spanduk stadion.
- Ia berharap karyanya memberi inspirasi untuk anak muda.
Kata-kata sulit
- seniman — orang yang membuat karya seni
- pilih — menentukan satu orang atau barangdipilih
- pionir — orang pertama yang melakukan sesuatu baru
- lapisan — susunan tipis yang menutupi sesuatu
- potong — memisahkan bagian dengan alat tajammemotong
- stadion — tempat besar untuk acara olahraga
- inspirasi — ide atau dorongan untuk membuat sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat poster di stadion?
- Apakah kamu suka menonton tenis?
- Apakah kamu ingin membuat karya seni?
Artikel terkait
Seniman dan Jurnalis Australia Menentang Penggunaan AI atas Karya Mereka
Seniman, jurnalis, dan pekerja kebudayaan Aborigin di Australia meluncurkan kampanye "Stop AI Theft" dan tagar #PayUp. Mereka menuntut hukum yang memberi kontrol, kompensasi, dan transparansi atas penggunaan karya oleh alat AI generatif.
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.
Penelitian: Dampak Kesehatan Revolusi Industri Tidak Merata di Inggris
Studi bioarkeologi menemukan paparan logam berat selama Revolusi Industri berbeda antar komunitas dan kelompok sosial. Perempuan di kota industri menunjukkan konsentrasi arsenik dan barium lebih tinggi, hasil yang relevan untuk kebijakan perlindungan.