LingVo.club
Level
Kendo: Jalan Pedang dari Jepang — Level A2 — People practicing kendo in a dojo

Kendo: Jalan Pedang dari JepangCEFR A2

24 Mei 2025

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
93 kata

Kendo adalah seni bela diri modern dari Jepang. Ia menekankan kemampuan fisik, kekuatan mental, sopan santun, dan disiplin diri.

Awalnya kendo berkembang dari latihan samurai di zaman feodal dan diadakan di sekolah latihan yang disebut dojo. Setelah modernisasi Jepang, para praktisi mulai memakai pedang bambu yang disebut shinai dan pelindung yang disebut bogu agar latihan lebih aman. Dalam latihan, kendoka memakai bogu dan menyerang dengan shinai ke bagian tertentu pada lawan.

Pertandingan dinilai berdasarkan serangan yang tepat, bentuk yang baik, dan teriakan (kiai). Biasanya pertandingan singkat dan pemain berusaha mencetak poin untuk menang.

Kata-kata sulit

  • menekankanmemberi perhatian penting pada sesuatu
  • dojotempat latihan untuk seni bela diri
  • shinaipedang latihan yang terbuat dari bambu
  • bogupelindung tubuh saat latihan atau pertandingan
  • kendokaorang yang berlatih atau bertanding kendo
  • teriakansuara keras untuk fokus atau serangan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah Anda tertarik belajar kendo? Mengapa atau mengapa tidak?
  • Menurut Anda, mengapa disiplin diri penting dalam latihan kendo? Jelaskan singkat.

Artikel terkait

Perdebatan Penilaian dalam Kendo — Level A2
27 Agu 2025

Perdebatan Penilaian dalam Kendo

Skor kendo ditentukan oleh hakim berdasarkan ki-ken-tai no icchi: waktu, bentuk, dan niat. Keluhan soal keputusan tidak konsisten memicu diskusi tentang teknologi, senioritas, dan kebutuhan memperkuat teknik dasar serta standar penilaian.

Penyembuhan leluhur di Karibia — Level A2
8 Des 2025

Penyembuhan leluhur di Karibia

Penyembuhan leluhur meminta masyarakat menghadapi luka sejarah agar orang bisa hidup lebih sehat hari ini. Di Karibia Gilbert Martina menggunakan praktik shamanik, regulasi sistem saraf, dan ajaran leluhur setelah krisis ENNIA.