LingVo.club
Level
Karya Melissa Koby untuk US Open 2025 — Level A2 — man in black jacket holding red and black tennis racket

Karya Melissa Koby untuk US Open 2025CEFR A2

20 Agu 2025

Level A2 – Dasar / Elementer
3 mnt
127 kata

US Open 2025 dimulai pada August 18 dan tema tahun ini adalah "75 Years of Breaking Barriers". Melissa Koby, seorang seniman kelahiran Jamaika yang berbasis di Florida, dipilih sebagai seniman kulit hitam pertama untuk membuat citra resmi turnamen. Tema ini menghormati Althea Gibson, pionir tenis yang memecah hambatan ras dan gender.

Koby sering bekerja tentang perempuan kulit berwarna dan mengatakan ia menyalurkan semangat neneknya saat membuat karya. Ia memakai lapisan kertas dan figur tanpa wajah untuk menonjolkan cerita. Dalam karyanya juga ada simbol seperti Patung Liberty, Arthur Ashe Stadium, dan trofi Tiffany.

Karya itu akan dipajang sebagai poster dan spanduk di USTA Billie Jean King National Tennis Center. Koby berharap karya ini bisa memperbesar ruang galeri dan menginspirasi anak muda, khususnya anak-anak kulit hitam dan Karibia.

Kata-kata sulit

  • senimanorang yang membuat karya seni
  • tematopik utama dalam sebuah acara
  • menghormatimenunjukkan rasa hormat atau penghargaan
  • pionirorang pertama membuka jalan baru
  • simbolgambar atau benda yang mewakili sesuatu
  • memajangmenaruh karya agar orang melihatnya
    dipajang
  • menginspirasimembuat orang merasa termotivasi atau berani

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa tema '75 Years of Breaking Barriers' dihormati menurut teks?
  • Bagaimana Koby membuat karyanya agar menonjolkan cerita?
  • Siapa yang Koby harap akan terinspirasi oleh karyanya?

Artikel terkait

TikTok dan Politik Klan di Somalia — Level A2
23 Okt 2025

TikTok dan Politik Klan di Somalia

Penelitian menemukan TikTok memperkuat klanisme dan memicu polarisasi di Somalia. Aplikasi ini memudahkan mobilisasi, donasi digital, dan penyebaran konten emosional yang terkadang mendukung konflik, meski ada juga usaha promosi perdamaian.