Pada 16 April 2025 Perus Project mengumumkan perbaikan identifikasi terhadap seorang korban dari kuburan massal di Pemakaman Perus. Kasus itu menyangkut Dênis Casemiro, tukang batu berusia 28 tahun dan anggota Vanguarda Popular Revolucionária, yang meninggal karena penyiksaan pada Mei 1971. Jenazah sempat diidentifikasi dan dimakamkan pada 1991, namun pengujian genetika terbaru menunjukkan identifikasi itu keliru.
Pekerjaan identifikasi dipimpin oleh Center of Forensic Anthropology and Archeology (CAAF/Unifesp) bersama Komisi untuk Korban Politik Mati dan Menghilang. Di CAAF, sisa-sisa menjalani tiga jenis analisis, termasuk perbandingan DNA dengan kerabat derajat pertama. Proyek juga mengumpulkan data genetik dari puluhan keluarga, dan sejumlah perbandingan dinyatakan hampir selesai.
Selain Casemiro, proyek mengidentifikasi korban lain dan kini enam aktivis politik diakui secara resmi di antara sisa-sisa Perus. Pejabat mengatakan kesalahan awal muncul karena keterbatasan teknis, bukan karena kelalaian, dan kedua keluarga telah diberitahu.
Kata-kata sulit
- identifikasi — penentuan identitas seseorang dari bukti atau dataidentifikasi itu
- kuburan massal — tempat pemakaman banyak orang sekaligus
- penyiksaan — perlakuan kasar yang menyebabkan rasa sakit
- pengujian genetika — pemeriksaan DNA untuk membandingkan hubungan keluarga
- sisa-sisa — bagian tubuh atau bukti yang tersisa dari jenazah
- kerabat derajat pertama — anggota keluarga paling dekat, misalnya orang tua
- keterbatasan teknis — kondisi kurangnya kemampuan atau alat teknis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda peran pengujian genetika dalam memperbaiki kesalahan identifikasi jenazah?
- Apa dampak kesalahan identifikasi bagi keluarga korban menurut yang Anda pahami dari teks?
- Mengapa pejabat mengatakan kesalahan muncul karena keterbatasan teknis, bukan karena kelalaian?
Artikel terkait
CPHIA 2025 di Durban: Kemandirian Kesehatan Afrika
Konferensi CPHIA 2025 berkumpul di Durban untuk membahas kemandirian kesehatan Afrika, termasuk rencana manufaktur vaksin yang dipimpin Africa CDC dan isu tekanan pendanaan. Pertemuan berlangsung sebelum pertemuan Menteri Kesehatan G20.
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.
Dari dokter jadi pengungsi: Elizabeth, musik, dan perlawanan
Setelah kudeta 2021, Exile Hub lahir untuk mendukung jurnalis dan pembela HAM Myanmar. Elizabeth, dokter yang menolak bekerja untuk junta, melarikan diri ke pengasingan dan membuat lagu serta seri video untuk merayakan perempuan Myanmar.