Setelah kudeta militer, muncul Exile Hub, mitra Global Voices, untuk membantu jurnalis dan pembela hak asasi manusia dari Myanmar. Banyak orang pergi ke luar negeri dan hidup dalam pengasingan.
Elizabeth tumbuh di bagian tengah Myanmar dan sering membaca novel fantasi Tiongkok. Saat kuliah kedokteran ia mulai menulis blog berisi puisi dan tulisan pendek tentang kesehatan, seperti mencuci tangan dan memakai helm sepeda motor.
Ia menolak bekerja untuk junta setelah kudeta dan menyiarkan pesan agar tenaga kesehatan melawan. Pihak berwenang menuduhnya menyebarkan berita palsu dan menghasut. Ia bersembunyi sekitar satu tahun dan lalu pergi ke Mae Sot, Thailand, pada 2022. Musik membantu ia menyembuhkan dan mengorganisir teman-teman.
Kata-kata sulit
- kudeta — penggulingan pemerintah oleh militer atau kelompok lain
- pengasingan — keadaan hidup jauh dari negara atau rumah sendiri
- jurnalis — orang yang menulis atau melaporkan berita
- menuduh — mengatakan seseorang salah tanpa buktimenuduhnya
- menyebarkan — membuat sesuatu menjadi diketahui banyak orang
- bersembunyi — menjaga diri supaya orang lain tidak melihat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu Elizabeth bersembunyi setelah dituduh?
- Bagaimana musik bisa membantu orang yang hidup dalam pengasingan? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Filipina: energi terbarukan dan penandaan (red-tagging)
Pemerintah Filipina mencabut batas kepemilikan asing untuk menarik investasi energi terbarukan. Pada waktu yang sama, praktik penandaan (red-tagging) terhadap aktivis dan organisasi mempersempit akses bantuan dan menimbulkan dakwaan terhadap beberapa LSM.
Komunitas Global Voices Buat Daftar Putar untuk Nate Matias
Komunitas Global Voices menyusun daftar putar untuk mendukung Nate Matias yang akan bersepeda setara 10,000 meter selama tiga hari untuk mengumpulkan dana. Kontributor memilih lagu dari berbagai daerah dan menjelaskan pilihan mereka.
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.