LingVo.club
Level
Identifikasi Ulang Korban Kuburan Massal Perus — Level A2 — text

Identifikasi Ulang Korban Kuburan Massal PerusCEFR A2

13 Mei 2025

Diadaptasi dari Fernanda Canofre, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Pedro Céu, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
75 kata

Pada April 2025 para peneliti mengatakan ada perbaikan identifikasi untuk satu korban dari kuburan massal Perus. Korban yang disebut Dênis Casemiro adalah tukang batu berusia 28 tahun dan anggota Vanguarda Popular Revolucionária.

Jenazah Casemiro sempat diidentifikasi dan dimakamkan pada 1991, tetapi pengujian DNA baru menunjukkan identifikasi itu keliru. Perbaikan diumumkan oleh Perus Project, kerja sama antara Kementerian Hak Asasi Manusia, universitas dan pemerintah kota. Tim forensik melakukan beberapa analisis, termasuk perbandingan DNA dengan keluarga dekat.

Kata-kata sulit

  • identifikasimenentukan siapa sebenarnya seseorang atau sesuatu
    diidentifikasi
  • kuburan massaltempat banyak jasad dikubur bersama
  • jenazahtubuh orang yang sudah meninggal
  • forensikberkaitan dengan ilmu penyelidikan kejahatan
  • pengujian DNAuji untuk membandingkan informasi genetik orang
  • kelirusalah atau tidak sesuai fakta

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana perasaan keluarga dekat jika identifikasi seseorang ternyata keliru?
  • Mengapa perbandingan DNA dengan keluarga penting menurut kamu?
  • Apa yang kamu pikirkan ketika membaca tentang kuburan massal seperti ini?

Artikel terkait

Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd — Level A2
3 Okt 2025

Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd

Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.