Pada April 2025 para peneliti mengatakan ada perbaikan identifikasi untuk satu korban dari kuburan massal Perus. Korban yang disebut Dênis Casemiro adalah tukang batu berusia 28 tahun dan anggota Vanguarda Popular Revolucionária.
Jenazah Casemiro sempat diidentifikasi dan dimakamkan pada 1991, tetapi pengujian DNA baru menunjukkan identifikasi itu keliru. Perbaikan diumumkan oleh Perus Project, kerja sama antara Kementerian Hak Asasi Manusia, universitas dan pemerintah kota. Tim forensik melakukan beberapa analisis, termasuk perbandingan DNA dengan keluarga dekat.
Kata-kata sulit
- identifikasi — menentukan siapa sebenarnya seseorang atau sesuatudiidentifikasi
- kuburan massal — tempat banyak jasad dikubur bersama
- jenazah — tubuh orang yang sudah meninggal
- forensik — berkaitan dengan ilmu penyelidikan kejahatan
- pengujian DNA — uji untuk membandingkan informasi genetik orang
- keliru — salah atau tidak sesuai fakta
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaan keluarga dekat jika identifikasi seseorang ternyata keliru?
- Mengapa perbandingan DNA dengan keluarga penting menurut kamu?
- Apa yang kamu pikirkan ketika membaca tentang kuburan massal seperti ini?
Artikel terkait
CPHIA 2025 di Durban: Kemandirian Kesehatan Afrika
Konferensi CPHIA 2025 berkumpul di Durban untuk membahas kemandirian kesehatan Afrika, termasuk rencana manufaktur vaksin yang dipimpin Africa CDC dan isu tekanan pendanaan. Pertemuan berlangsung sebelum pertemuan Menteri Kesehatan G20.
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.
Dari dokter jadi pengungsi: Elizabeth, musik, dan perlawanan
Setelah kudeta 2021, Exile Hub lahir untuk mendukung jurnalis dan pembela HAM Myanmar. Elizabeth, dokter yang menolak bekerja untuk junta, melarikan diri ke pengasingan dan membuat lagu serta seri video untuk merayakan perempuan Myanmar.