Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pegawai yang sering membaca berita negatif di media sosial saat bekerja mengalami masalah serius. Studi ini dipimpin oleh Ian Hughes dari Universitas Texas A&M. Kebiasaan menggulir layar untuk mencari berita buruk semakin umum, terutama di kalangan usia 18 hingga 35 tahun.
Para peneliti di Amerika Serikat dan Britania Raya menemukan bahwa pekerja terus memikirkan informasi negatif tersebut selama jam kerja. Pemikiran yang terus-menerus ini menurunkan keterlibatan mereka dalam bekerja. Masalah ini berdampak lebih kuat pada pekerja yang memiliki sifat kecemasan tinggi.
Orang-orang sering mencari berita buruk bukan karena suka, tetapi untuk memahami situasi tidak pasti seperti pandemi atau perang. Tempat kerja modern sangat rentan karena pekerja selalu membawa telepon pintar dan komputer. Kendati demikian, peneliti tidak menyarankan larangan ketat karena aturan tersebut biasanya gagal. Pekerja sebaiknya menetapkan batasan pribadi dan hanya membaca berita di luar jam kerja.
Kata-kata sulit
- gulir — menggerakkan tampilan pada layar ke atas atau bawahmenggulir
- keterlibatan — keadaan ikut serta aktif dalam suatu kegiatan
- kecemasan — rasa khawatir atau takut berlebihan terhadap sesuatu
- rentan — mudah terkena masalah atau pengaruh buruk
- larangan — perintah atau aturan untuk tidak melakukan sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa membaca berita buruk di media sosial dapat mengganggu fokus kita saat bekerja?
- Bagaimana cara Anda membatasi diri agar tidak terlalu sering melihat berita negatif di internet?
Artikel terkait
Kekerasan Terkait Peningkatan Penggunaan Tembakau pada Remaja
Penelitian menemukan hubungan kuat antara paparan berbagai bentuk kekerasan dan peningkatan penggunaan rokok serta rokok elektronik pada remaja. Para peneliti menyarankan penilaian dan pencegahan kekerasan untuk mengurangi penggunaan tembakau.
Orang dengan Disabilitas di Perkotaan Saat Pandemi
Selama pandemi COVID-19, orang dengan disabilitas di daerah perkotaan miskin di Kenya dan Nigeria menghadapi masalah besar: layanan kesehatan berkurang, biaya naik, dan banyak kehilangan penghasilan. Peneliti dan advokat minta layanan lebih dekat dan lebih dapat diakses.
Bingkai Kerugian Membuat Karyawan Lebih Berani Bicara
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of of Applied Psychology menemukan bahwa ketika manajer menggambarkan masalah sebagai kerugian bersama, karyawan lebih mungkin mengemukakan saran. Temuan ini muncul dari tiga studi berbeda.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.