- Pegawai membaca berita buruk di media sosial saat bekerja.
- Kebiasaan ini membuat produktivitas kerja menjadi turun.
- Banyak orang mencari informasi karena situasi yang tidak pasti.
- Telepon pintar membuat orang mudah melihat berita setiap waktu.
- Pikiran pegawai terus memikirkan informasi negatif tersebut.
- Situasi ini membuat mereka tidak fokus pada pekerjaan.
- Peneliti menyarankan orang untuk membuat batasan pribadi.
Kata-kata sulit
- pegawai — Orang yang bekerja di suatu tempat atau instansi.
- produktivitas — Tingkat kemampuan menghasilkan sesuatu dari suatu pekerjaan.
- situasi — Keadaan atau kondisi yang terjadi pada suatu waktu.
- peneliti — Orang yang melakukan penelitian atau pengkajian ilmiah.
- batasan — Sesuatu yang membatasi atau aturan tertentu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Berapa sering Anda membaca berita di media sosial?
- Apakah Anda mudah terganggu oleh telepon pintar saat bekerja?
Artikel terkait
Kekerasan Terkait Peningkatan Penggunaan Tembakau pada Remaja
Penelitian menemukan hubungan kuat antara paparan berbagai bentuk kekerasan dan peningkatan penggunaan rokok serta rokok elektronik pada remaja. Para peneliti menyarankan penilaian dan pencegahan kekerasan untuk mengurangi penggunaan tembakau.
Orang dengan Disabilitas di Perkotaan Saat Pandemi
Selama pandemi COVID-19, orang dengan disabilitas di daerah perkotaan miskin di Kenya dan Nigeria menghadapi masalah besar: layanan kesehatan berkurang, biaya naik, dan banyak kehilangan penghasilan. Peneliti dan advokat minta layanan lebih dekat dan lebih dapat diakses.
Bingkai Kerugian Membuat Karyawan Lebih Berani Bicara
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of of Applied Psychology menemukan bahwa ketika manajer menggambarkan masalah sebagai kerugian bersama, karyawan lebih mungkin mengemukakan saran. Temuan ini muncul dari tiga studi berbeda.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.