Sebuah tim yang dipimpin School of Animal Sciences di Virginia Tech bekerja sama dengan Arizona State University dan dua penampungan—satu di Arizona dan satu di Virginia—menguji efek satu minggu tinggal di rumah pengasuh pada anjing penampungan. Mereka melacak 84 anjing dengan pengamatan sebelum, selama seminggu di rumah pengasuh, dan setelah kembali ke penampungan.
Para peneliti mengumpulkan lebih dari 1.300 sampel urin untuk mengukur kortisol, hormon stres, dan memakai monitor aktivitas di kerah untuk mencatat waktu istirahat dan gerakan. Selama seminggu di rumah pengasuh, kadar kortisol menurun secara signifikan dan anjing menghabiskan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
Ketika anjing kembali ke penampungan, kadar kortisol tidak lebih tinggi daripada sebelum masa foster. Studi juga menemukan bahwa anjing yang kembali bersama teman kandang yang sudah dikenal beristirahat lebih banyak dan menunjukkan lebih sedikit aktivitas tinggi dibanding anjing yang ditaruh sendiri atau bersama teman baru.
Kata-kata sulit
- penampungan — tempat menampung hewan tanpa pemilik
- pengasuh — orang yang merawat hewan sementara
- sampel urin — cairan badan untuk diuji di laboratorium
- kortisol — hormon yang meningkat saat tubuh stres
- monitor aktivitas — alat untuk mencatat gerakan dan istirahat
- menurun — menjadi lebih rendah dari sebelumnya
- teman kandang — hewan lain satu kandang yang sudah dikenal
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa Anda pikir tinggal di rumah pengasuh dapat menurunkan stres anjing? Jelaskan singkat.
- Apakah menurut Anda penampungan harus memberi kesempatan foster seminggu untuk anjing? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana menurut Anda keberadaan teman kandang memengaruhi perilaku anjing setelah kembali ke penampungan?
Artikel terkait
Peneliti Petakan Siklus Sel Toxoplasma dengan Fluoresen
Peneliti mengadaptasi pencitraan fluoresen untuk mengamati Toxoplasma gondii secara waktu nyata. Mereka memetakan tahapan siklus sel parasit dan kini mencari titik lemah untuk menguji obat yang dapat menghentikan perkembangannya.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Penyakit Baru Mengancam Terumbu Karang Karibia
Institute of Marine Affairs memperingatkan tentang penyakit Stony Coral Tissue Loss Disease yang menyebar di Karibia dan mengancam banyak spesies karang. IMA melakukan latihan, pengobatan dan pendidikan untuk mempersiapkan kedatangan penyakit ini.