Perubahan Iklim Mengurangi Produksi Madu di KongoCEFR A2
14 Apr 2026
Diadaptasi dari Laura, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Ryan Waring, Unsplash
Di beberapa wilayah Republik Demokratik Kongo, termasuk sekitar kota Butembo, produksi madu menurun karena pohon tidak berbunga dan nektar langka. Peternak lebah melihat sarang yang kosong dan mengalami penurunan hasil. Hujan menjadi tidak teratur dan kekeringan berkepanjangan membuat bunga sedikit.
Serangga yang belum dikenal juga menyerang sarang, sehingga beberapa lebah meninggalkan koloni. Di pasar lokal, pedagang melaporkan bahwa harga madu naik dalam setahun terakhir dan membuat madu lebih sulit dibeli. Konflik dan ketidakamanan menambah kesulitan karena produsen sulit mengakses beberapa daerah penghasil madu.
Kata-kata sulit
- produksi — jumlah barang atau makanan yang dihasilkan
- nektar — cairan manis dari bunga untuk serangga
- sarang — tempat tinggal serangga seperti lebah
- kekeringan — periode lama tanpa hujan dan air sedikit
- koloni — kumpulan hewan yang hidup bersama di satu tempat
- pedagang — orang yang menjual barang di pasar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda kekeringan mempengaruhi bunga dan lebah di daerah Anda?
- Apa yang bisa dilakukan peternak lebah ketika harga madu naik dan akses ke pasar sulit?
Artikel terkait
Perubahan Iklim Mengancam Ekspor Pisang Amerika Latin
Perubahan iklim mengurangi kesesuaian lahan pisang ekspor di Amerika Latin dan Karibia. Studi memperingatkan penurunan luas produksi jika tidak ada intervensi, sedangkan petani dan negara mencoba langkah adaptasi dan pemantauan baru.
Teknologi Magnet untuk Mengatasi Arsenik di India
Dua saudara dari Bihar mengembangkan metode magnetik tanpa bahan kimia (METAL) untuk menghilangkan arsenik dari air tanah. Teknologi itu menjadi produk MARU, sudah memurnikan air dan mendapat pengakuan nasional sebelum masuk pasar komersial.
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.