Sebuah tim di Johns Hopkins University meneliti apakah ada wilayah otak yang mengendalikan peralihan dari tindakan disengaja menjadi kebiasaan. Studi yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan perubahan itu bisa terjadi lebih cepat dan lebih tiba-tiba daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Selama lebih dari 100 tahun banyak peneliti mengasumsikan kebiasaan terbentuk secara bertahap melalui pengulangan dan penguatan. Desain eksperimen kebiasaan tradisional, yang memakai hadiah kuat dan tes pada titik waktu tertentu, tidak mengukur peralihan secara waktu nyata sehingga perubahan dianggap lambat.
Kuchibhotla dan timnya memakai metode lain berdasarkan preferensi rasa. Mereka memberi tikus akses konstan ke air asam sehingga tidak terlalu haus, lalu memakai isyarat suara untuk memberi minuman yang disukai. Awalnya tikus bertindak terarah, tetapi pada satu saat banyak tikus beralih secara tiba-tiba dan mulai merespons isyarat. Perekaman aktivitas otak menunjuk satu wilayah yang mungkin bertindak seperti sakelar. Beberapa tikus juga kembali ke perilaku terarah setelah periode kebiasaan yang panjang. National Institutes of Health memberikan tim hibah baru untuk mempelajari pengendali ini lebih lanjut.
Kata-kata sulit
- peralihan — perpindahan antara dua keadaan perilaku
- kebiasaan — tindakan yang dilakukan berulang tanpa berpikir
- pengulangan — melakukan sesuatu beberapa kali lagi
- penguatan — hadiah atau konsekuensi yang memperkuat tindakan
- terarah — dilakukan dengan tujuan atau rencana jelas
- isyarat — tanda atau sinyal yang memberi informasi
- perekaman — mencatat aktivitas atau data untuk analisis
- sakelar — alat atau bagian yang mengubah kondisi sistem
- hibah — dana dari organisasi untuk mendukung penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda metode berbasis preferensi rasa berbeda dari desain eksperimen tradisional?
- Jika kebiasaan bisa muncul tiba-tiba, apa dampaknya bagi seseorang yang ingin mengubah kebiasaan buruk?
- Mengapa penting bahwa beberapa tikus kembali ke perilaku terarah setelah periode kebiasaan panjang?
Artikel terkait
Studi: Serangan Pribadi di Kongres Tarik Perhatian Media
Penelitian Notre Dame melihat mengapa beberapa anggota Kongres menggunakan serangan pribadi dan apa yang mereka dapatkan. Temuan utama: serangan pribadi menarik liputan media besar tetapi tidak terkait dengan keberhasilan legislatif atau penggalangan dana.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Tidur, Pembersihan Otak, dan Risiko Demensia
Sebuah tinjauan oleh ahli neurosains membahas bagaimana tidur membantu membersihkan otak dan mengapa gangguan ritme tidur bisa meningkatkan risiko demensia. Peneliti juga melihat tanda seperti perubahan detak jantung sebagai petunjuk risiko.