- Latihan psikologis positif baik untuk jantung.
- Latihan itu termasuk rasa syukur.
- Latihan itu termasuk mindfulness sehari-hari.
- Orang ikut program beberapa minggu.
- Program diberi lewat aplikasi atau jurnal.
- Program juga memberi tugas setiap hari.
- Hasilnya menunjukkan tekanan darah turun.
- Program membuat orang berjalan lebih banyak.
- Program ini membantu kesejahteraan emosional juga.
- Cara ini aman dan sederhana.
Kata-kata sulit
- psikologis — berkaitan dengan pikiran dan perasaan seseorang
- jantung — organ tubuh yang memompa darah
- rasa syukur — perasaan terima kasih kepada apa yang ada
- mindfulness — memperhatikan saat ini dengan sadar
- tekanan darah — kekuatan darah melawan dinding arteri
- kesejahteraan — keadaan sehat dan bahagia secara umum
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah mencoba latihan rasa syukur?
- Apakah Anda mau coba latihan mindfulness setiap hari?
- Apakah Anda akan berjalan lebih banyak jika ikut program seperti ini?
Artikel terkait
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.
AI Mempelajari Nilai Budaya dari Perilaku Manusia
Penelitian University of Washington menunjukkan AI yang dilatih mengamati perilaku manusia dapat meniru nilai budaya. Eksperimen permainan dan tes donasi menunjukkan agen yang dilatih pada data kelompok Latino bertindak lebih tolong‑menolong.
Lemak beige pengatur tekanan darah
Penelitian menemukan bahwa kehilangan identitas lemak beige membuat pembuluh darah kaku dan menaikkan tekanan darah. Studi pada tikus menunjukkan enzim dari lemak yang berubah memicu perubahan jaringan vaskular dan memberi petunjuk target terapi baru.
Lajang pada orang muda dan kesejahteraan
Studi longitudinal dari University of Zurich mengikuti lebih dari 17.000 orang muda di Jerman dan Britania Raya. Hasil menunjukkan lajang jangka panjang terkait penurunan kepuasan hidup dan peningkatan kesepian; menjalin hubungan pertama meningkatkan beberapa aspek kesejahteraan.