AI dan Kepercayaan Sipil di Hong KongCEFR A1
27 Apr 2026
Diadaptasi dari Nishant Shah, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Markus Winkler, Unsplash
- Saya mengajar di kampus.
- Kampus berada di Hong Kong.
- Ada banyak peringatan penipuan.
- Penipuan memakai video palsu.
- Orang bisa kehilangan uang.
- AI membuat informasi tampak mungkin.
- Kepercayaan jadi sulit di internet.
- Orang berkumpul untuk berbagi pengalaman.
Kata-kata sulit
- penipuan — trik yang mengambil uang orang dengan curang
- peringatan — kata atau tanda yang memberitahu tentang bahaya
- palsu — tidak asli atau dibuat-buat, bukan nyata
- kehilangan — keadaan saat seseorang tidak punya barang lagi
- kepercayaan — rasa yakin seseorang bahwa sesuatu itu benar
- berkumpul — datang bersama beberapa orang di satu tempat
- pengalaman — apa yang sudah seseorang alami atau rasakan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat video palsu?
- Apa yang akan kamu lakukan jika menerima peringatan penipuan?
- Apakah kamu pernah berkumpul untuk berbagi pengalaman?
Artikel terkait
Perjalanan Miski Osman: Mogadishu, Nairobi, dan Investasi di Afrika Timur
Proyek yang didukung AUMF, International Consulting Expertise, dan Uni Eropa mengumpulkan wawancara tentang diaspora Somalia. Seri ini menonjolkan pengalaman Miski Osman, perjalanan hidupnya, dan pekerjaannya pada tata kelola, ketahanan, dan investasi di Afrika Timur.
AI Lokal untuk Mengurangi Kekerasan dan Ketidaksetaraan Gender
Kelompok di Amerika Latin membuat alat kecerdasan buatan lokal untuk mempelajari dan mengurangi kekerasan dan ketidaksetaraan gender. Proyek ini melindungi data sensitif dan memberi bukti kepada pemerintah serta masyarakat sipil.
Model Bahasa Mengubah Penilaian Berdasarkan Identitas Pengarang
Peneliti University of Zurich menemukan bahwa large language models mengubah penilaian teks ketika diberi tahu siapa pengarangnya. Tanpa sumber, model sering sepakat, tetapi menyebut pengarang memicu bias, termasuk bias anti-Cina.