LingVo.club
📖+40 XP
🎧+25 XP
+45 XP
Jaminan Sosial untuk Komunitas Adat Terancam di Nepal — Level B2 — men's brown collared jacket

Jaminan Sosial untuk Komunitas Adat Terancam di NepalCEFR B2

20 Apr 2026

Level B2 – Menengah-atas
6 mnt
311 kata

Konstitusi Nepal (Pasal 43, 2015) menjamin hak atas perlindungan sosial. Negara juga menandatangani instrumen internasional yang merujuk pada jaminan sosial, termasuk Konvensi ILO No. 169, Pasal 22 Deklarasi PBB tentang Hak Rakyat Adat, Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (PBB 1966) dan Agenda 2030 (PBB 2015). Meski begitu, sekitar 20,1 juta orang di Nepal diperkirakan masih tanpa perlindungan sosial apa pun.

Pemerintah menjalankan lebih dari 85 program jaminan sosial dan memberikan tunjangan kepada sekitar 3.800.000 orang (sekitar 13 persen populasi). Ada komitmen untuk mendukung sepuluh komunitas adat yang diakui sebagai terancam — Bankariya, Hayu, Kisan, Kusbadhiya, Kusunda, Lepcha, Meche, Raji, Raute dan Surel — masing-masing dengan populasi di bawah 10.000 orang. Di komunitas Bankariya, misalnya, setiap orang berhak menerima tunjangan bulanan sebesar NPR 4.000 (USD 27), yang disalurkan melalui Kementerian Urusan Federal dan Administrasi Umum.

Wawancara dan studi, termasuk studi pada komunitas Raji di Chaukune Rural Municipality, Surkhet District, menunjukkan tunjangan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial: warga memulai usaha kecil, membentuk koperasi simpan pinjam, dan mendukung pelestarian budaya. Namun para ahli mengingatkan bahwa transfer tunai tanpa investasi paralel di pendidikan, layanan kesehatan dan diversifikasi mata pencaharian dapat menimbulkan ketergantungan dan melemahkan keterampilan tradisional. Laporan juga mencatat efek negatif seperti peningkatan konsumsi alkohol di beberapa komunitas.

Hambatan efektivitas meliputi fragmentasi program, kurangnya data pendaftaran komunitas adat, ketidakadilan historis, diskriminasi struktural, keterpencilan geografis, ketiadaan dokumen kewarganegaraan, dan pengecualian dari pasar kerja formal. Ketidakstabilan politik dan patronase—dengan sebagian warga mengaitkan manfaat pada Communist Party of Nepal (Unified Marxist–Leninist) dan mantan Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli—juga dapat mengganggu program. Para pendukung menyerukan pendekatan seimbang: penguatan tata kelola lokal, keterlibatan federal dalam pengelolaan, orientasi yang ditargetkan untuk kelompok adat, pengaitan tunjangan dengan pengembangan usaha adat, pembayaran elektronik yang dapat diakses dengan pengamanan, serta langkah jangka panjang seperti akses ke tanah, perumahan yang aman, pendidikan asrama dan representasi pemerintahan yang adil.

Kata-kata sulit

  • perlindungan sosialbantuan negara untuk kebutuhan sosial warga
  • jaminan sosialprogram negara untuk lindungi kelompok rentan
  • tunjanganuang atau bantuan rutin dari pemerintah
    tunjangan bulanan
  • transfer tunaipemberian uang langsung kepada individu rumah tangga
  • ketergantungankeadaan bergantung terus pada bantuan orang lain
  • fragmentasiterpecahnya program menjadi bagian-bagian terpisah
  • diskriminasiperlakuan tidak adil terhadap kelompok tertentu
    diskriminasi struktural

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda kombinasi tunjangan dan investasi di pendidikan serta layanan kesehatan dapat mempengaruhi ketahanan ekonomi komunitas adat?
  • Apa risiko politik (misalnya patronase) terhadap program jaminan sosial yang disebutkan dalam teks, dan langkah apa yang bisa mengurangi risiko itu?
  • Apakah pembayaran elektronik merupakan solusi yang tepat untuk menyalurkan tunjangan ke komunitas terpencil? Jelaskan keuntungan dan tantangannya berdasarkan teks.

Artikel terkait