Pemotongan bantuan luar negeri oleh AS dan donor Eropa sedang memperlambat proyek air besar di seluruh Timur Tengah. Negara-negara termasuk Morocco, Tunisia, Egypt, Lebanon dan Jordan menjadikan ketahanan air prioritas utama karena perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan konflik. Banyak proyek yang direncanakan bergantung pada komitmen donor internasional, yang kini berkurang sejak 2022.
Di Washington, anggota parlemen menyetujui paket pemotongan bantuan luar negeri sebesar US$ 8 billion bulan lalu, disertai penutupan United States Agency for International Development (USAID) dan pemutusan hubungan kerja massal. Inggris berencana memangkas anggaran bantuannya dari 0.5 ke 0.3 persen dari Gross National Income mulai 2027. France, Germany, Switzerland dan the Netherlands juga mengurangi dukungan. Menurut Issam Khatib, AS menyumbang hampir 40 persen dari semua bantuan internasional; laporan menunjukkan 13 dari 17 donor utama telah mengurangi komitmen sejak 2022.
Para ahli memperingatkan pemotongan ini berisiko pada proyek desalinasi, penggunaan ulang air, dan perbaikan pengelolaan jaringan. Di Jordan, pejabat menyatakan proyek baru bersifat strategis dan mendesak. Maysoon Al-Zoubi mengatakan sumber daya air alami hampir cukup untuk 3 or 4 million people, sedangkan populasi sekitar 12 million. Contoh proyek besar adalah Aqaba-Amman Water Desalination and Conveyance Project, yang dijadwalkan selesai by the end of 2028, dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekitar 4 million people dan memindahkan 300 cubic metres of desalinated water a year ke Amman melalui pipa sepanjang 450-kilometre; pendanaannya menurun dan Jordan mencari mitra baru. Data juga menunjukkan dukungan AS untuk sektor air dan sanitasi Jordan turun dari about US$115.6 million in 2023 to around US$40 million this year.
Di Lebanon, masalah manajemen dan jaringan tua menyebabkan kehilangan besar air. Proyek USAID senilai US$73.5 million untuk sanitasi dan konservasi air (2021–2027) yang mencakup pemasangan smart meters, pelatihan staf dan perbaikan penagihan dihentikan setelah penangguhan bantuan, menciptakan celah pendanaan dan teknis serta menghambat reformasi kelembagaan. Beberapa negara mencoba alternatif, misalnya Morocco yang menggabungkan investasi air dalam strategi iklim untuk menarik dana hijau, dan bank regional serta dana seperti Kuwait Fund for Arab Economic Development, Islamic Development Bank dan African Development Bank yang mendukung infrastruktur tangguh dan pertanian ramah iklim. Peliputan ini berasal dari kantor regional SciDev.Net di Middle East and North Africa.
Kata-kata sulit
- pemotongan — pengurangan jumlah bantuan atau dukungan
- ketahanan air — kemampuan masyarakat menghadapi kekurangan air
- desalinasi — proses menghilangkan garam dari air laut
- penggunaan ulang air — memproses kembali air untuk dipakai lagi
- pengelolaan jaringan — cara merencanakan dan memelihara sistem pipa
- pendanaan — sumber uang untuk membiayai suatu proyekpendanaannya
- reformasi kelembagaan — perubahan struktur dan aturan organisasi publik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pemotongan bantuan luar negeri dapat memengaruhi akses air bersih bagi keluarga di negara-negara yang disebutkan?
- Negara seperti Jordan mencari mitra baru ketika pendanaan menurun. Menurut Anda, apa keuntungan dan risiko bergantung pada bank regional atau dana internasional?
- Sebutkan langkah praktis yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan air tanpa mengandalkan bantuan luar negeri.
Artikel terkait
Salmonella kebal obat mencemari makanan anak di Karamoja
Studi peer-reviewed menemukan hampir setengah makanan dan air untuk anak di bawah lima tahun di Karamoja tercemar Salmonella yang kebal obat. Resistensi tinggi terhadap azithromycin dan kondisi sanitasi yang buruk memperparah malnutrisi dan diare.
Kekeringan Sungai Colorado dan Perubahan Iklim
Kekeringan panjang di barat daya Amerika Serikat dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Analisis baru menunjukkan penurunan presipitasi dan salju musim dingin, dan aliran sungai yang sekarang lebih rendah daripada sebelumnya.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Transisi Energi dan Pembiayaan Iklim di Asia Selatan
Asia Selatan menghadapi dampak iklim besar seperti banjir Pakistan 2022 dan pencairan gletser Nepal. Negara di kawasan ini mencari pembiayaan iklim, tetapi banyak modal kembali ke negara kaya dan muncul kekhawatiran tentang proyek dan pasar karbon.