Para peneliti GBCL mengatakan guncangan iklim, hama, dan penyakit meningkatkan ketidakamanan pangan di Afrika. Curah hujan yang tidak teratur dan banjir menurunkan hasil panen dan pendapatan petani.
Di Kenya, petani subsisten Salome Kibunde mengelola 5 hektare dan sangat bergantung pada hujan. Pada 2025 hujan tidak stabil sehingga benih dan panen terganggu. Di Nigeria banjir makin sering dan menimbulkan kerugian besar.
Peneliti menyarankan langkah seperti irigasi skala kecil, penyimpanan air, kredit untuk benih tahan guncangan, dan data musiman yang lebih baik untuk membantu stabilkan hasil.
Kata-kata sulit
- ketidakamanan pangan — kondisi orang tidak punya cukup makanan
- guncangan iklim — perubahan cuaca ekstrem yang mengganggu pertanian
- curah hujan — jumlah hujan yang turun di suatu tempat
- subsisten — bertani untuk kebutuhan keluarga sendiri
- irigasi — sistem untuk mengairi lahan pertanian
- penyimpanan air — cara menyimpan air agar bisa dipakai nanti
- kredit — pinjaman uang untuk membeli benih atau alat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah cuaca di daerah Anda sering berubah-ubah? Ceritakan singkat.
- Langkah mana dari artikel yang menurut Anda paling mudah dilakukan oleh petani kecil? Mengapa?
- Pernahkah Anda melihat banjir atau kekeringan mempengaruhi hasil makanan di komunitas Anda?
Artikel terkait
Ghana Perdagangkan Kredit Karbon ke Swiss
Ghana menjadi negara Afrika pertama yang memperdagangkan kredit karbon di bawah Article 6.2 Perjanjian Paris. Pada 8 July negara itu mentransfer 11,733 tonnes pengurangan emisi ke Swiss dari proyek kompor bersih yang didukung oleh KliK Foundation.
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.