LingVo.club
Level
Kerugian Hasil Tanaman di Afrika Karena Iklim, Hama, dan Penyakit — Level B2 — A person standing in a field of corn

Kerugian Hasil Tanaman di Afrika Karena Iklim, Hama, dan PenyakitCEFR B2

24 Des 2025

Diadaptasi dari Ijeoma Ukazu, SciDev CC BY 2.0

Foto oleh EqualStock, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
6 mnt
322 kata

Analisis Global Burden of Crop Loss (GBCL) memperlihatkan bahwa guncangan iklim, banjir, serta hama dan penyakit semakin mengurangi hasil tanaman dan meningkatkan ketidakamanan pangan di berbagai wilayah Afrika. Peneliti menekankan bahwa curah hujan yang tidak teratur dan peristiwa hujan ekstrem menurunkan produksi, mengurangi pendapatan petani, dan mengganggu pasokan pangan nasional serta pasar komoditas global.

Kasus di lapangan menggambarkan masalah itu secara konkret. Di Kimilili, Kenya barat, petani subsisten Salome Kibunde mengelola 5 hektare dan menanggung rumah tangga 9 orang; pada 2025 hujan yang tidak stabil—termasuk jeda hampir dua minggu pada April dan curah hujan berlebih saat panen—mengganggu pembenihan dan menyebabkan jagung membusuk sehingga kerugian meningkat. Di Nigeria, Yunusa Halidu dari All Farmers Association of Nigeria mengatakan banjir meningkat tajam selama 30 years dan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam past two years, sementara kenaikan biaya input membuat banyak petani sulit mencapai titik impas.

Komlavi Akpoti dari International Water Management Institute menyatakan guncangan iklim dapat memangkas produksi nasional hampir a third pada tahun buruk, dan sekitar one-third petani kecil mengalami kerugian saat musim sangat kering atau basah; tanaman pokok sering turun five to 15 per cent saat kekeringan besar, dan hasil kakao di Ghana turun about five to seven per cent pada tahun kering. Studi CABI yang dikutip Edward Onkendi juga menunjukkan kerugian tahunan besar pada sektor kentang, termasuk angka hingga US$208 million dan US$35 million di beberapa wilayah, dengan nilai sektor kentang sub-wilayah about US$500 million.

Pemodelan GBCL dirancang untuk memetakan lokasi kerugian dan pemicunya agar investasi terarah, asuransi, dan respons dini bisa diarahkan dengan lebih tepat. Tom Kirk dari AbacusBio menyebut kerugian jagung saja diperkirakan nearly US$200 billion pada 2022, setara dengan about 40 per cent produksi jagung, meski angka GBCL masih being finalised. Para peneliti merekomendasikan langkah praktis seperti irigasi skala kecil, penyimpanan air, kredit untuk benih tahan guncangan, dan data musiman yang lebih baik untuk menstabilkan hasil dan melindungi mata pencaharian.

Kata-kata sulit

  • guncanganPerubahan tiba-tiba yang mengganggu sistem
  • ketidakamananKondisi tidak pasti terkait ketersediaan pangan
  • subsistenBercocok tanam untuk kebutuhan keluarga sendiri
  • pembenihanProses menyiapkan dan menanam bibit
  • pemodelanPembuatan model untuk memetakan data dan risiko
  • irigasiPenyediaan air teratur untuk tanaman di lahan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana irigasi skala kecil dapat membantu petani kecil di daerah dengan hujan tidak teratur? Beri contoh praktis.
  • Apa keuntungan dan batasan pemberian kredit untuk benih yang tahan guncangan bagi petani subsisten?
  • Bagaimana data musiman yang lebih baik bisa mengubah respons pemerintah atau pasar terhadap guncangan iklim?

Artikel terkait

Darurat Air Meluas di Iran — Level B2
10 Agu 2025

Darurat Air Meluas di Iran

Gelombang panas dan pemadaman listrik memperparah darurat air di Iran. Pemerintah menutup kantor publik di banyak provinsi dan pejabat memperingatkan kemungkinan pengurangan pasokan air dan pemadaman bergilir untuk menghemat energi.

Kerugian Hasil Tanaman di Afrika Karena Iklim, Hama, dan Penyakit — Bahasa Indonesia Level B2 | LingVo.club