Peneliti di India mengatakan beras tradisional Joha menunjukkan potensi melawan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Karena beras adalah makanan pokok, perubahan pola makan bisa memengaruhi risiko penyakit ini.
Uji laboratorium dan percobaan pada tikus menemukan Joha menurunkan kadar glukosa dan membantu mencegah timbulnya diabetes pada model tikus. Analisis menunjukkan Joha mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3 dan omega-6), antioksidan, dan beberapa senyawa bioaktif yang berkaitan dengan pengendalian gula darah.
Para peneliti mendorong promosi Joha dan ingin petani menanam lebih banyak. Mereka menyebut perlunya kebijakan pemerintah dan insentif karena banyak petani belum sadar akan manfaat nutraseutikal Joha.
Kata-kata sulit
- nutraseutikal — Zat makanan yang memberi manfaat kesehatan tambahan
- antioksidan — Zat yang melawan kerusakan sel oleh oksidasi
- asam lemak tak jenuh — Lemak dengan ikatan ganda, baik untuk tubuh
- senyawa — Gabungan beberapa atom membentuk suatu zat
- mencegah — Menghentikan sesuatu agar tidak terjadi
- pola makan — Cara seseorang memilih dan makan makanan sehari-hari
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda makan beras setiap hari? Jika ya, apakah Anda tertarik mencoba beras baru seperti Joha? Mengapa?
- Apakah menurut Anda pemerintah harus memberi insentif kepada petani untuk menanam tanaman baru? Jelaskan singkat.
- Bagaimana pola makan di rumah Anda bisa berubah jika Joha tersedia di pasar lokal?
Artikel terkait
Penelitian: Turbin Angin Tidak Menyebabkan Masalah Kesehatan Besar
Peneliti dari tiga universitas meneliti apakah turbin angin menimbulkan masalah kesehatan. Mereka menggunakan data lokasi turbin, catatan pembelian, dan data longitudinal rumah tangga untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan.
Kekhawatiran tentang Polisi dan Risiko Jantung pada Perempuan Kulit Hitam
Studi menemukan hubungan antara kekhawatiran tentang kebrutalan polisi—terutama khawatir soal anak—dengan penanda risiko kardiovaskular pada perempuan kulit hitam di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pengukuran ketebalan intima-media karotis sebagai indikator risiko.