Peneliti di Southern California mengumpulkan vape sekali pakai dari pengguna dan produk yang dibuang. Mereka membandingkan cairan sisa dalam perangkat yang sudah dipakai dengan versi baru dan belum digunakan dari merek dan rasa yang sama.
Studi ini meneliti aldehida, yaitu zat yang terbentuk ketika e-liquid dipanaskan. Peneliti menemukan kadar methylglyoxal (MGO), glyoxal (GO), dan formaldehyde meningkat secara nyata setelah perangkat dipakai.
Uji pada sel paru manusia menunjukkan MGO menyebabkan kerusakan sel. Para peneliti menyerukan agar pengguna berhati-hati dan meminta perhatian lebih dari regulator.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- sekali pakai — barang dipakai satu kali lalu dibuang
- cairan sisa — cairan yang tersisa di dalam perangkat
- aldehida — zat kimia yang terbentuk saat e-liquid dipanaskan
- kadar — jumlah atau tingkat suatu zat dalam campuran
- methylglyoxal — molekul berbahaya yang disingkat MGO
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat atau menemukan vape sekali pakai di lingkungan Anda? Ceritakan singkat.
- Bagaimana perasaan Anda setelah mengetahui MGO bisa merusak sel paru?
- Menurut Anda, apa yang bisa dilakukan regulator setelah hasil ini?
Artikel terkait
Kapal Penelitian Nansen Batal Survei di Perairan Sri Lanka
Kapal penelitian Norwegia Dr. Fridtjof Nansen membatalkan survei yang direncanakan di perairan Sri Lanka pada 2025 karena izin pemerintah terlambat. FAO menugaskan kapal itu ke Madagaskar dan para ilmuwan menyayangkan penundaan tersebut.
Penyintas Kanker Muda Menua Lebih Cepat
Studi baru menemukan penyintas kanker remaja dan dewasa muda menunjukkan penuaan biologis lebih cepat, termasuk perubahan sel dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dan perhatian. Peneliti sedang menguji intervensi seperti olahraga dan nutrisi.
Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse Kibale
Studi jangka panjang di Kibale, Uganda, menunjukkan satu kelompok simpanse besar terpecah dan anggota salah satu bagian kemudian menyerang serta membunuh banyak mantan anggota. Temuan ini dipublikasikan di Science dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan sosial simpanse.