Studi yang dipimpin oleh Changping Laboratory bersama Washington University School of Medicine dan mitra lain mengidentifikasi jaringan aksi somato-kognitif (SCAN) sebagai wilayah yang berkaitan dengan ciri-ciri inti Parkinson. Dosenbach pertama kali menggambarkan SCAN dalam Nature pada 2023, dan jaringan ini berada di dalam korteks motor yang menghubungkan perencanaan serta umpan balik gerakan dengan proses kognitif.
Para peneliti mengumpulkan data pencitraan otak dari lebih dari 800 peserta di AS dan China, termasuk pasien Parkinson yang menerima DBS atau perawatan noninvasif seperti TMS, ultrasonik terfokus, dan obat. Analisis menunjukkan Parkinson ditandai oleh hiper-konektivitas antara SCAN dan subkorteks, dan keempat terapi itu paling efektif ketika mengurangi pola konektivitas berlebih tersebut.
Dalam uji klinis, kelompok kecil pasien yang menerima TMS yang menarget SCAN menunjukkan respons yang jauh lebih besar daripada kelompok yang mendapat stimulasi di area berdekatan. Peneliti berencana uji lanjutan dan pendekatan lain untuk memperbaiki fungsi berjalan dan gangguan motorik.
Kata-kata sulit
- jaringan aksi somato-kognitif — wilayah otak yang menghubungkan gerakan dan kognisi
- hiper-konektivitas — keterhubungan antar area otak yang berlebihan
- korteks motor — bagian otak yang mengatur pergerakan tubuh
- subkorteks — bagian otak di bawah korteks
- perawatan noninvasif — pengobatan tanpa operasi atau sayatan pada tubuh
- uji klinis — percobaan medis pada pasien untuk menilai terapi
- respons — reaksi pasien terhadap pengobatan atau stimulasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda pengurangan konektivitas berlebih antara SCAN dan subkorteks dapat mempengaruhi gejala Parkinson?
- Jika anggota keluarga Anda menderita Parkinson, apakah Anda lebih memilih perawatan noninvasif atau operasi seperti DBS? Jelaskan alasan Anda.
- Apa harapan atau kekhawatiran Anda terhadap uji lanjutan yang bertujuan memperbaiki fungsi berjalan dan gangguan motorik?
Artikel terkait
Diskriminasi Sehari-hari Tinggalkan Jejak pada Sistem Imun
Penelitian menemukan pengalaman diskriminasi sehari-hari berkaitan dengan perubahan pada sistem imun dan tanda penuaan biologis pada orang dewasa AS. Studi memakai survei dan sampel darah dari 6.337 peserta usia 50 tahun ke atas.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.