Peneliti dari beberapa institusi meneliti jaringan otak yang disebut SCAN. Mereka mempelajari data pencitraan otak dari banyak peserta untuk melihat hubungan antara SCAN dan gejala Parkinson.
Analisis menemukan adanya hiper-konektivitas antara SCAN dan bagian subkorteks otak. Terapi seperti DBS, stimulasi magnetik transkranial (TMS), stimulasi ultrasonik terfokus, dan obat-obatan paling efektif ketika mengurangi hiper-konektivitas ini. Dalam uji klinis kecil, pasien yang mendapat TMS yang menarget SCAN menunjukkan lebih banyak perbaikan dibanding stimulasi area berdekatan.
Kata-kata sulit
- pencitraan — proses membuat gambar bagian dalam tubuh
- hiper-konektivitas — keterhubungan aktivitas otak yang berlebihan
- subkorteks — bagian dalam otak di bawah korteks
- stimulasi — pemberian rangsang untuk mempengaruhi jaringan
- ultrasonik — gelombang suara frekuensi sangat tinggi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju penggunaan stimulasi otak untuk terapi? Jelaskan singkat.
- Apakah menurut Anda penting meneliti jaringan otak seperti SCAN? Mengapa?
- Jika Anda atau keluarga sakit, apakah Anda mau mencoba terapi baru seperti TMS? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.