Peneliti melaporkan kandidat klinis GHP-88310 sebagai obat antivirus oral yang menjanjikan untuk orthoparamyxoviruses, kelompok virus yang meliputi human parainfluenzaviruses, measles virus, dan henipaviruses yang muncul. Hasil awal dipublikasikan di Science Advances dan menyoroti potensi senyawa ini sebagai terapi sistemik.
Program awal memfokuskan indikasi pada human parainfluenzavirus type 3 karena kelompok berisiko — termasuk orang dewasa yang lebih tua, individu dengan imunitas menurun, dan penerima transplantasi sel punca hematopoietik dewasa — dapat mengalami pneumonia parainfluenzavirus yang mengancam nyawa; studi menyebut perkiraan 3 juta kasus per tahun di AS yang memerlukan perawatan. Indikasi sekunder yang disebut adalah campak, yang baru-baru ini kembali merebak dengan wabah di wilayah luas AS, Meksiko, dan Kanada.
Tim menggunakan kampanye skrining obat berkapasitas tinggi untuk menemukan dan mengoptimalkan kandidat awal, lalu mengkarakterisasi GHP-88310 pada berbagai model hewan dan dalam kultur organoid saluran napas manusia. Beberapa temuan praklinis utama adalah:
- Dosis oral sekali sehari menunjukkan aktivitas luas terhadap orthoparamyxoviruses.
- Senyawa ditoleransi dengan baik pada konsentrasi sangat tinggi pada pengerat dan mamalia yang lebih besar.
- Studi hewan menunjukkan adanya hambatan tinggi terhadap pelarian virus dari inhibisi.
Penulis tambahan berasal dari Center for Translational Antiviral Research di Georgia State, Emory Institute for Drug Development di Emory University, dan University of Washington Medical Center. Pendanaan studi berasal dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases of the National Institutes of Health.
Kata-kata sulit
- orthoparamyxovirus — kelompok virus terkait parainfluenza dan campakorthoparamyxoviruses
- kandidat klinis — senyawa yang sedang diuji sebagai obat
- indikasi — alasan atau penyakit yang menjadi tujuan pengobatan
- skrining — pemeriksaan sistematis untuk menemukan bahan aktif
- kultur organoid — jaringan mini buatan yang meniru organ manusia
- mentoleransi — mampu ditahan atau tidak menimbulkan efek berbahayaditoleransi
- inhibisi — proses penghambatan aktivitas biologis atau reaksi
- pelarian — kemampuan patogen menghindari efek obat
- sel punca — sel yang dapat berkembang jadi berbagai jenis jaringan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana obat antivirus oral seperti GHP-88310 dapat memengaruhi perawatan bagi kelompok berisiko yang disebutkan dalam artikel? Berikan alasan.
- Mengapa uji pada model hewan dan kultur organoid saluran napas penting sebelum percobaan pada manusia?
- Meskipun studi praklinis menunjukkan toleransi dan hambatan terhadap pelarian virus, tantangan apa yang masih perlu diperhatikan sebelum obat ini bisa digunakan luas?
Artikel terkait
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.
Masalah Makanan dan Kesehatan yang Menyebar Antar Tempat
Dari pengalaman di Turki, penulis menunjukkan bagaimana masalah makanan, kesehatan, dan layanan publik saling terkait dan dapat menyebar ke tempat lain. Penulis menyoroti tiga jalur penyebaran dan meminta tindakan praktis dan solidaritas.
Vitamin D dan Risiko Diabetes pada Orang dengan Gen Tertentu
Analisis baru dari studi D2d menunjukkan suplemen vitamin D dosis tinggi mungkin menunda perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2 pada orang dengan variasi gen reseptor vitamin D tertentu. Peneliti menekankan perlu saran medis dan penelitian lanjutan.
20 Menit Olahraga Dua Kali Seminggu Bisa Memperlambat Demensia
Studi Texas A&M menemukan 20 menit olahraga dua kali seminggu mungkin memperlambat perkembangan demensia pada orang dewasa yang lebih tua. Analisis memakai data Health and Retirement Study Core 2012–2020 dengan 9.714 peserta.